Foto bersama jajaran DKUMPP Bontang bersama Managemen Pupuk Kaltim serta 100 pelaku UMK. (DKUMPP Bontang)NEWSBORNEO.ID – Penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di Bontang terus dilakukan melalui keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha.
Salah satunya melalui workshop yang digelar PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersama Komunitas Digital Borneo di Ruang Pyrus, Grand Equator Hotel, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 100 pelaku UMK dan menjadi ruang bagi peserta untuk menambah pemahaman mengenai pengelolaan serta pengembangan usaha.
Kepala DKUMPP Kota Bontang, Eko Arisandi, mengatakan pembinaan UMK tidak hanya berkaitan dengan bantuan permodalan maupun pemasaran. Peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam menjalankan bisnis juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
“Pelaku usaha perlu terus menambah pengetahuan karena kondisi dan kebutuhan pasar juga berkembang. Pembinaan seperti ini menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kemampuan mereka,” ujar Eko.
Workshop tersebut menghadirkan pemateri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman (FEB Unmul).
Peserta mendapat materi yang dapat diterapkan dalam aktivitas usaha, mulai dari memahami biaya produksi, menentukan harga hingga memanfaatkan kanal digital untuk memperkenalkan produk.
Selain itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai Program Pendanaan UMK (PUMK) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Materi tersebut melengkapi pembinaan dengan memberikan pemahaman mengenai salah satu akses pendanaan yang dapat dikenal oleh pelaku usaha.
Eko menilai keterlibatan perusahaan dalam pembinaan UMK menjadi bagian dari ekosistem yang dapat mendukung perkembangan usaha lokal. Pemerintah daerah, pelaku usaha dan perusahaan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Kolaborasi ini penting karena pengembangan UMK membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri,” katanya.
Menurutnya, kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini juga diharapkan memberi bekal yang bisa diterapkan pelaku UMK dalam menjalankan usaha sehari-hari, sehingga pembinaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Yang paling penting adalah pengetahuan yang diperoleh bisa diterapkan dan memberi manfaat bagi perkembangan usaha mereka,” pungkasnya. (ADV)
Tidak ada komentar