

KUTAI TIMUR – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Diskes Kutim) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, merata, dan berkualitas bagi masyarakat. Seluruh kebijakan kini diarahkan pada peningkatan pelayanan dengan pendekatan terukur dan berbasis kebutuhan.
Plt Kepala Diskes Kutim, Sumarno, menyampaikan bahwa seluruh program kesehatan saat ini dirumuskan mengikuti 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai pedoman nasional yang wajib dipenuhi pemerintah daerah.
“Semua kabupaten/kota harus memenuhi 12 SPM kesehatan. Kutim terus berusaha memastikan standar ini berjalan bersamaan dengan program prioritas lainnya, terutama penanganan penyakit menular seperti HIV, TB, malaria, dan penyakit diatropis,” jelasnya, Senin (17/11/2025).
Sumarno menekankan pentingnya keselarasan kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah. Karena itu, seluruh program kesehatan juga dipadukan dengan 50 program prioritas Bupati Kutai Timur sekaligus mendukung agenda nasional.
Salah satu fokus besar Diskes Kutim adalah percepatan eliminasi penyakit menular. Upaya bukan hanya pada pengobatan, tetapi juga memastikan penularan dapat dikendalikan hingga benar-benar hilang dari wilayah Kutim.
“Target eliminasi malaria 2027 harus tercapai. Kami optimistis karena dukungan lintas sektor sangat kuat, termasuk dari GMMK,” ungkapnya.
Selain malaria, penguatan eliminasi HIV dan tuberkulosis (TB) juga menjadi perhatian utama. Surveilans diperketat dengan pola monitoring berlapis mulai dari puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga kader kesehatan di desa.
Tidak hanya fokus pada penyakit menular, Diskes Kutim juga mengambil peran dalam program pembangunan kesehatan daerah seperti MPG (Makan Bergizi Gratis), pemeriksaan kesehatan gratis, hingga kegiatan CKG. Semua program dirancang saling berkesinambungan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Setiap program harus terkoneksi dengan visi daerah dan pusat. Kita bangun sistem agar kebijakan kesehatan berjalan seragam, tidak sporadis,” tegas Sumarno.
Ia optimistis, dengan kebijakan yang terarah dan kolaboratif, layanan kesehatan di Kutai Timur akan semakin kuat. Fokus akhirnya tetap sama: memastikan masyarakat memperoleh hak atas kesehatan yang layak, setara, dan berkelanjutan. (Adv)
Tidak ada komentar