Buletin Kaffah Edisi 191: Makna Nuzulul Quran

Redaksi
30 Apr 2021 16:53
Kolom 0
6 menit membaca

SETIAP Ramadhan kaum Muslim biasanya menyelenggarakan Peringatan Nuzulul Quran. Tentu karena al-Quran Allah SWT turunkan pada Bulan Ramadhan (QS al-Baqarah [2]: 185).

Bukan hanya turun pada bulan Ramadhan yang istimewa, al-Quran pun turun pada malam yang sangat istimewa, yakni Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Sungguh Kami menurunkan al-Quran pada saat Lailatul al-Qadar. Tahukah kamu, apa Lailatul al-Qadar itu? Itulah malam yang lebih baik dari seribu bulan (TQS al-Qadr [97]: 1-3).

Namun demikian, terkait ayat di atas, umumnya kaum Muslim lebih fokus pada keutamaan Lailatul Qadar. Sedikit yang fokus pada “kedahsyatan” peristiwa Nuzulul Quran. Mengapa Nuzulul Quran dikatakan peristiwa “dahsyat”?

Secara tidak langsung hal demikian bisa kita pahami dari ayat lain, yakni firman Allah SWT berikut:

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Andai al-Quran ini Kami turunkan di atas gunung, kamu (Muhammad) pasti menyaksikan gunung itu tunduk dan pecah berkeping-keping karena takut kepada Allah. Perumpamaan itu kami buat untuk manusia agar mereka mau berpikir (TQS al-Hasyr [59]: 21).

Saat menafsirkan ayat ini, Imam ath-Thabari menyatakan: Allah Yang Mahaagung berfirman, “Andai Kami menurunkan al-Quran kepada sebuah gunung, sementara gunung itu berupa sekumpulan bebatuan, pasti engkau akan melihat, wahai Muhammad, gunung itu sangat takut.” Allah mengatakan, “Gunung itu tunduk dan terpecah-belah karena begitu takutnya kepada Allah meskipun gunung itu (bebatuan) amat keras.” Tidak lain karena gunung tersebut sangat khawatir tidak sanggup menunaikan hak-hak Allah yang diwajibkan atas dirinya, yakni mengagungkan al-Quran (Ath-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Quran, 23/300).

Adapun Imam al-Baidhawi menafsirkan ayat ini dengan menyatakan, “Andai Kami (Allah SWT) menciptakan akal dan perasaan pada gunung, sebagaimana yang telah Kami ciptakan pada diri manusia, kemudian Kami menurunkan al-Quran di atasnya, dengan konsekuensi pahala dan siksa, sungguh gunung itu akan tunduk, patuh dan hancur berkeping-keping karena takut kepada Allah SWT. Ayat ini merupakan gambaran betapa besarnya kehebatan dan pengaruh al-Quran.” (Al-Baidhawi, Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta’wil, 3/479).

Karena itulah, menurut Abu Hayan al-Andalusi, ayat ini merupakan celaan kepada manusia yang keras hati dan perasaannya tidak terpengaruh sedikit pun oleh al-Quran. Padahal jika gunung yang tegak dan kokoh saja pasti tunduk dan patuh pada al-Quran, sejatinya manusia lebih layak untuk tunduk dan patuh pada al-Quran (Abu Hayan al-Andalusi, Bahr al-Muhîth, 8/251).

Sayang, apa yang dinyatakan oleh Abu Hayan al-Andalusi ini justru banyak terjadi saat ini. Banyak manusia tidak tunduk dan patuh pada al-Quran. Banyak manusia yang bahkan tidak bergetar saat al-Quran dibacakan. Boleh jadi hal itu karena banyak hati manusia yang sudah mengeras. Bahkan lebih keras dari batu. Tak sedikit pun terpengaruh oleh bacaan al-Quran. Apalagi tergerak untuk mengamalkan isinya dan menerapkan hukum-hukumnya. Padahal setiap tahun Nuzulul Quran diperingati. Bahkan setiap hari mungkin al-Quran sering dibaca atau diperdengarkan.

Jika demikian keadaannya, Allah SWT sungguh telah mengingatkan kita:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Tidakkah mereka memperhatikan al-Quran ataukah hati mereka telah terkunci? (TQS Muhammad [47]: 24).

Maknanya, sebagaimana kata Imam as-Samarqandi, “Apakah mereka tidak mendengarkan al-Quran; tidak mengambil pelajaran dari al-Quran; dan tidak memikirkan apa yang telah Allah SWT turunkan dalam al-Quran berupa janji dan ancamannya serta banyaknya keajaiban di dalamnya sehingga dengan itu mereka paham bahwa al-Quran benar-benar dari sisi Allah? Ataukah kalbu-kalbu mereka telah tertutup?” (As-Samarqandi, Bahr al-’Ulum, 4/156).

Al-Quran Menjanjikan Keberkahan

Al-Quran sejatinya Allah SWT turunkan agar menjadi rahmat bagi manusia (Lihat: QS Fushilat [41]: 2-3). Rahmat yang terkandung dalam al-Quran itu akan terwujud tentu jika seruan-seruannya dipenuhi oleh manusia.

Sebagai rahmat, al-Quran benar-benar menjanjikan keberkahan bagi manusia. Tentu saat al-Quran secara nyata diterapkan di tengah-tengah kehidupan mereka. Allah SWT berfirman:

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. Karena itu ikutilah kitab tersebut dan bertakwalah agar kalian diberi rahmat (TQS al-An‘am [6]: 155).

Imam al-Alusi menjelaskan bahwa al-Quran disifati dengan mubârak (yang diberkati) karena mengandung banyak kebaikan di dalamnya, untuk kepentingan agama maupun dunia. Adapun frasa fattabi‘ûhu, maknanya adalah fa‘malû bimâ fîhi (Karena itu amalkanlah semua hal yang terkandung di dalam al-Quran itu) (Al-Alusi, Ruh al-Ma’ani, 6/77).

Aspek Ruhiyah dan Siyasiyah al-Quran

Seruan-seruan al-Quran setidaknya memiliki dua aspek, yakni aspek ruhiyah (spiritual) dan aspek siyasiyah (politik). Aspek ruhiyah mencakup pengaturan hubungan manusia dengan Allah SWT seperti shalat, puasa, haji, dll. Adapun aspek siyasiyah (politik) mencakup pengaturan hubungan sesama manusia, khususnya yang menyangkut urusan publik yang dijalankan oleh negara dan dikontrol pelaksanaannya oleh umat. Sebabnya, politik dalam Islam pada hakikatnya adalah pengaturan urusan umat, baik di dalam maupun di luar negeri, sesuai dengan petunjuk dan hukum-hukum al-Quran.

Namun sayang, aspek siyasiyah al-Quran belum mendapat perhatian semestinya sebagaimana aspek ruhiyah-nya. Oleh sebab itu, pantas kerahmatan dan keberkahan al-Quran masih jauh dari kehidupan manusia saat ini.

Di antara ayat al-Quran yang sifatnya politis itu, misalnya: Pertama, ayat-ayat tentang kewajiban menerapkan hukum Islam dalam aspek publik. Allah SWT, misalnya, berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya (TQS an-Nisa’ [4]: 65).

Ayat ini menegaskan kewajiban untuk menjadikan Rasulullah saw. sebagai hakim. Saat Rasulullah saw. sudah wafat, maka ayat ini mengandung kewajiban umatnya untuk berhukum pada al-Quran yang beliau bawa. Karena itu siapa pun yang menjadi penguasa wajib terikat dengan al-Quran. Siapa pun yang memutuskan perkara wajib memutuskan dengan hukum al-Quran.

Apalagi ayat sebelumnya telah menegaskan larangan berhukum kepada thâghût. Imam Ibnu al-Qayyim menegaskan bahwa berhukum pada selain syariah yang dibawa oleh Rasulullah saw. adalah termasuk berhukum kepada hukum thâghût (Ibnu al-Qayyim, I’lam al-Muwaqi’in, 1/50).

Kedua, ayat-ayat tentang kewajiban dakwah dan jihad fi sabilillah. Allah SWT, misalnya, berfirman:

وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَذَا الْقُرْآنُ لِأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ

Al-Quran ini diwahyukan kepadaku agar dengan itu aku memberikan peringatan kepada kalian dan kepada orang-orang yang telah sampai al-Quran kepada mereka (TQS al-An’am [6]: 19).

Islam telah menentukan metode bagaimana risalahnya disebarkan, yakni dengan dakwah dan jihad fi sabilillah. Oleh sebab itu kita mendapati ayat yang berisi perintah dakwah dan jihad berulang-ulang disebutkan dalam al-Quran (Lihat, misalnya, QS al-Hajj [22]: 78; QS al-Anfal [8]: 60; dll).

Ketiga, ayat-ayat tentang kewajiban melakukan amar makruf nahi mungkar. Allah SWT berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyerukan kebajikan (Islam) serta melakukan amar makruf nahi mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung (TQS Ali Imran [3]: 104).

Perintah untuk melakukan amar makruf nahi mungkar di atas berlaku umum, termasuk kepada penguasa. Bahkan dakwah yang ditujukan kepada penguasa melebihi keutamaan dari yang lainnya. Pasalnya, banyak perkara makruf dan mungkar yang bergantung pada baik dan buruknya penguasa. Tidak aneh jika Rasulullah saw. menempatkan amar makruf nahi mungkar kepada penguasa sebagai jihad yang paling utama. Beliau bersabda:

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَة عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

Jihad yang paling utama adalah menyampaikan perkataan yang haq kepada pemimpin yang zalim (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Keempat, ayat-ayat tentang kewajiban menegakkan sistem ekonomi seperti: pendistribusian kekayaan secara adil (QS al-Hasyr [59]: 7); larangan riba (QS al-Baqarah [2]: 275); larangan berjudi (QS al-Maidah [5]:90); larangan menimbun emas dan perak (QS at-Taubah [9]: 34); dll.

Semua ini tentu merupakan aspek siyasah (politik) karena menyangkut pengaturan urusan rakyat. Hanya saja, pengamalan dan penerapan aspek politik al-Quran membutuhkan institusi kekuasaan. Di sinilah pentingnya umat menegakkan institusi kekuasaan berdasarkan al-Quran atau berdasarkan syariah Islam. Tanpa kekuasaan berdasarkan al-Quran, tentu sebagian besar hukum-hukum Islam menjadi terlantar dan tidak bisa diterapkan, sebagaimana hari ini. Tentu ini bertentangan dengan makna Nuzulul Quran.

WalLahu a’lam bi ash-shawwab.

Hikmah:

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (al-Quran), bagi dia kehidupan yang sempit dan pada Kari Kiamat kelak Kami akan membangkitkan dirinya dalam keadaan buta. (TQS Thaha [20]: 124). **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }
news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000171

118000172

118000173

118000174

118000175

118000176

118000177

118000178

118000179

118000180

118000181

118000182

118000183

118000184

118000185

118000186

118000187

118000188

118000189

118000190

118000191

118000192

118000193

118000194

118000195

118000196

118000197

118000198

118000199

118000200

118000201

118000202

118000203

118000204

118000205

118000206

118000207

118000208

118000209

118000210

118000211

118000212

118000213

118000214

118000215

128000176

128000177

128000178

128000179

128000180

128000181

128000182

128000183

128000184

128000185

128000186

128000187

128000188

128000189

128000190

128000191

128000192

128000193

128000194

128000195

128000196

128000197

128000198

128000199

128000200

128000201

128000202

128000203

128000204

128000205

138000141

138000142

138000143

138000144

138000145

138000146

138000147

138000148

138000149

138000150

138000151

138000152

138000153

138000154

138000155

138000156

138000157

138000158

138000159

138000160

138000161

138000162

138000163

138000164

138000165

138000166

138000167

138000168

138000169

138000170

148000176

148000177

148000178

148000179

148000180

148000181

148000182

148000183

148000184

148000185

148000186

148000187

148000188

148000189

148000190

148000191

148000192

148000193

148000194

148000195

148000196

148000197

148000198

148000199

148000200

148000201

148000202

148000203

148000204

148000205

168000146

168000147

168000148

168000149

168000150

168000151

168000152

168000153

168000154

168000155

168000156

168000157

168000158

168000159

168000160

168000161

168000162

168000163

168000164

168000165

168000166

168000167

168000168

168000169

168000170

168000171

168000172

168000173

168000174

168000175

178000181

178000182

178000183

178000184

178000185

178000186

178000187

178000188

178000189

178000190

178000191

178000192

178000193

178000194

178000195

178000196

178000197

178000198

178000199

178000200

178000201

178000202

178000203

178000204

178000205

178000206

178000207

178000208

178000209

178000210

178000211

178000212

178000213

178000214

178000215

178000216

178000217

178000218

178000219

178000220

178000221

178000222

178000223

178000224

178000225

188000236

188000237

188000238

188000239

188000240

188000241

188000242

188000243

188000244

188000245

188000246

188000247

188000248

188000249

188000250

188000251

188000252

188000253

188000254

188000255

188000256

188000257

188000258

188000259

188000260

188000261

188000262

188000263

188000264

188000265

198000151

198000152

198000153

198000154

198000155

198000156

198000157

198000158

198000159

198000160

198000161

198000162

198000163

198000164

198000165

198000166

198000167

198000168

198000169

198000170

238000031

238000032

238000033

238000034

238000035

238000036

238000037

238000038

238000039

238000040

238000151

238000152

238000153

238000154

238000155

238000156

238000157

238000158

238000159

238000160

238000161

238000162

238000163

238000164

238000165

238000166

238000167

238000168

238000169

238000170

238000171

238000172

238000173

238000174

238000175

238000176

238000177

238000178

238000179

238000180

238000181

238000182

238000183

238000184

238000185

228000051

228000052

228000053

228000054

228000055

228000056

228000057

228000058

228000059

228000060

news-1701