
BONTANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang terus mendorong pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satunya dilakukan melalui pelatihan bahasa isyarat bagi jajaran Sekretariat KPU Kota Bontang.
Pelatihan Juru Bahasa Isyarat (JBI) tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi pegawai, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat penyandang disabilitas rungu atau Tuli.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Bontang, Rina Megawati. Pelatihan menghadirkan guru dari SLB Negeri Bontang sebagai narasumber serta melibatkan siswa Tuli secara langsung dalam sesi simulasi dan praktik komunikasi di Ruang Husnul Kamil Malik.
Pelibatan guru dan siswa dalam pelatihan tersebut membuat peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan komunikasi secara langsung dalam situasi yang menyerupai pelayanan di lapangan.
Pelatihan ini ditujukan bagi seluruh jajaran Sekretariat KPU Kota Bontang, terutama untuk meningkatkan kesiapan staf yang berhadapan langsung dengan masyarakat, baik di lapangan maupun pada layanan front office.
Melalui kegiatan tersebut, KPU berharap setiap pegawai memiliki keterampilan dasar berkomunikasi dengan penyandang disabilitas. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk mendukung kemudahan akses informasi kepemiluan sekaligus memastikan pelayanan publik dapat diterima seluruh masyarakat.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan abjad dan kosakata dasar bahasa isyarat, Etika Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas (EBPD), hingga praktik menyampaikan informasi layanan kepemiluan di meja informasi.
Rina Megawati menegaskan, penguasaan kemampuan dasar bahasa isyarat menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan KPU Kota Bontang.
“Pelayanan publik yang berkualitas harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dengan menghadirkan narasumber guru dari SLB Negeri Bontang dan adik-adik siswa rungu secara langsung, para pegawai Sekretariat KPU tidak hanya belajar teori, tetapi juga bisa meresapi dan mempraktikkan langsung komunikasi dasar. Harapan kami, setidaknya staf sekretariat KPU Kota Bontang memiliki skill dasar komunikasi agar siap memberikan pelayanan yang ramah dan inklusif bagi warga disabilitas,” tegas Rina Megawati.
KPU Kota Bontang berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis pegawai, tetapi juga menjadi bagian dari pembenahan standar pelayanan di lingkungan sekretariat.
Dengan keterampilan dasar bahasa isyarat yang dimiliki pegawai, masyarakat penyandang disabilitas diharapkan semakin mudah memperoleh informasi dan mendapatkan pelayanan kepemiluan tanpa hambatan komunikasi.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen KPU Kota Bontang untuk membangun lingkungan pelayanan yang lebih ramah, terbuka, dan inklusif, serta mendorong lembaga pelayanan publik lainnya di Kota Bontang melakukan hal serupa. (*)
Tidak ada komentar