Balikpapan Hadapi Keterbatasan Air Baku, PTMB Siagakan 18 Mobil Tangki

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
21 Okt 2026 14:48
4 menit membaca

BALIKPAPAN – Kondisi sumber air baku di Kota Balikpapan terus tertekan seiring cuaca kering, minimnya curah hujan, dan tingginya tingkat penguapan. Dampaknya, kapasitas produksi air bersih Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) ikut mengalami penurunan.

Untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, PTMB mengerahkan 18 mobil tangki yang disiagakan untuk mendistribusikan air bersih kepada pelanggan yang mengalami gangguan maupun keterbatasan pasokan.

Direktur Teknik PTMB M Kohirudin mengatakan, kondisi sumber air baku saat ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kemampuan perusahaan memproduksi dan mendistribusikan air bersih.

“Muka air waduk saat ini menyusut sekitar 46 sentimeter. Ini menjadi perhatian kami karena ketersediaan air baku sangat menentukan keberlangsungan produksi dan distribusi air kepada pelanggan,” kata Kohirudin.

Penurunan debit air baku tersebut berdampak pada kapasitas produksi PTMB. Jika sebelumnya produksi mencapai sekitar 1.150 liter per detik, kini kapasitasnya turun menjadi sekitar 900 liter per detik.

Tekanan lebih besar dirasakan di wilayah Balikpapan Timur. Kapasitas produksi yang sebelumnya mencapai 220 liter per detik kini hanya berada di kisaran 60 liter per detik.

Kondisi tersebut membuat PTMB harus menyesuaikan pengelolaan sumber air baku sekaligus pola distribusi air kepada pelanggan.

Kohirudin mengatakan, fenomena El Niño juga berpotensi memperburuk kondisi karena dapat memicu cuaca lebih kering dan menurunkan curah hujan. Pada saat yang sama, proses penguapan tetap berlangsung sehingga cadangan air di waduk semakin tertekan.

“Ketika hujan berkurang sementara penguapan terus berlangsung, cadangan air waduk berpotensi semakin menurun,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak keterbatasan pasokan, PTMB menyediakan layanan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki. Sebanyak 18 armada disiapkan dan didukung empat titik terminal untuk mempercepat penyaluran kepada pelanggan.

Empat titik tersebut berada di Posko Utama Jalan MT Haryono, IPA ZAMP Korpri, Sumur Kampung Baru, serta IPA KM 12.

Direktur Layanan PTMB Ali Rachman AS menjelaskan, masing-masing mobil tangki memiliki kapasitas 5.000 liter. Air didistribusikan kepada pelanggan melalui skema subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bantuan melalui mobil tangki ini merupakan salah satu upaya kami untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan di tengah keterbatasan pasokan,” kata Ali.

Hingga saat ini, air yang telah disalurkan melalui layanan subsidi air tangki mencapai 7.295.000 liter atau sekitar 7.295 meter kubik.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1.459 kali pengantaran apabila setiap mobil tangki berkapasitas 5.000 liter mengangkut muatan penuh.

Berdasarkan rekapitulasi periode 26 September hingga 8 Oktober 2026, armada PTMB telah melakukan 833 kali pengantaran.

Sementara itu, tambahan 32 pengantaran dilakukan dengan dukungan armada dinas serta unsur pertahanan dan keamanan. Dengan demikian, total pengantaran mencapai 865 kali.

Tingginya permintaan membuat distribusi air dilakukan secara bergiliran. Pelanggan harus menunggu sesuai antrean karena waktu pelayanan menyesuaikan jumlah permohonan, ketersediaan air, kapasitas armada, serta proses pengisian dan pengantaran di lapangan.

Ali meminta masyarakat memahami kondisi tersebut dan tetap menggunakan saluran resmi PTMB apabila membutuhkan bantuan distribusi air tangki.

“Penyaluran terus kami upayakan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, ketersediaan air, kapasitas armada, dan kondisi operasional di lapangan,” ujarnya.

Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan, pihaknya memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat akibat keterbatasan pasokan air bersih.

PTMB, kata dia, terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia sembari menunggu kondisi sumber air baku kembali membaik.

“Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat. Air merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yudhi.

PTMB berharap kondisi sumber air baku segera membaik sehingga kapasitas produksi dan pelayanan kepada pelanggan dapat kembali normal.

Di tengah kondisi tersebut, Yudhi mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak untuk mengurangi tekanan terhadap ketersediaan air baku.

“Penghematan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menggunakan air sesuai kebutuhan, menghindari pemborosan, segera memperbaiki kebocoran instalasi, serta menampung air secukupnya untuk kebutuhan penting,” ujarnya.

Menurut Yudhi, penanganan keterbatasan air bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan. Partisipasi masyarakat juga dibutuhkan agar persediaan air yang ada dapat dimanfaatkan seefisien mungkin.

Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi atau bantuan air tangki, PTMB menyediakan layanan melalui WhatsApp di nomor 0816-200-110. Informasi dan pengaduan juga dapat disampaikan melalui telepon (0542) 878-991 dan (0542) 878-992, serta Instagram @ptmb_commandcenter.

PTMB mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi perusahaan dan mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan yang tidak mendesak hingga kondisi sumber air baku kembali membaik. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }