PSI dan Fenomena Baru Politik Anak Muda di Bontang

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
14 Agu 2026 16:50
4 menit membaca

Oleh: Hidayat (Biro Pemilih Pemula DPD PSI Bontang)

Bontang – ADA sebuah fenomena politik yang menarik untuk dicermati di Kota Bontang: anak muda mulai tidak alergi terhadap politik. Bahkan, mereka justru datang, mencari tahu, dan bergabung.

Belakangan, ajakan “Login PSI” ramai terlihat di ruang-ruang sosial masyarakat Bontang. Generasi muda, termasuk Gen Z dan milenial, disebut mulai berdatangan untuk mengenal dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Aktivitas tersebut juga terlihat dalam komunikasi media sosial PSI Bontang.

Tentu, fenomena ini tidak boleh langsung dibaca sekadar sebagai pertambahan jumlah anggota partai. Ada sesuatu yang lebih menarik di baliknya: pergeseran cara anak muda memandang politik.

Selama bertahun-tahun, politik sering dianggap sebagai ruang yang penuh kepentingan, konflik, janji, dan perebutan kekuasaan. Anak muda kemudian memilih berada di luar pagar. Mereka kritis terhadap pemerintah, aktif di media sosial, tetapi enggan terlibat langsung dalam politik praktis.

Namun ketika anak muda mulai berkata, “Saya mau login,” maka pertanyaannya bukan lagi sekadar berapa banyak yang masuk.

Pertanyaannya: mengapa mereka mulai tertarik?

Politik yang Tidak Lagi Terlihat Berjarak

Salah satu kekuatan PSI adalah kemampuannya membangun komunikasi politik yang lebih dekat dengan karakter generasi digital.

Anak muda hari ini tidak selalu tertarik pada pidato panjang, baliho besar, atau jargon politik yang kaku. Mereka lebih mudah terhubung dengan bahasa yang sederhana, aktivitas yang nyata, ruang diskusi yang terbuka, dan figur politik yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Karena itu, istilah “Login PSI” menjadi menarik.

Login bukan sekadar istilah digital. Ia bisa dibaca sebagai simbol bahwa anak muda mulai “masuk ke dalam sistem”, bukan hanya menjadi penonton dari luar.

Mereka tidak hanya mengomentari politik dari media sosial. Mereka ingin ikut menentukan arah politiknya.

Bontang Bisa Menjadi Laboratorium Politik Anak Muda

Bontang memiliki karakter masyarakat yang dinamis. Kota industri ini dihuni berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital, politik lokal pun mengalami perubahan wajah.

Anak muda tidak lagi hanya menjadi objek kampanye.
Mereka ingin menjadi subjek. Mereka ingin didengar. Mereka ingin dilibatkan. Dan yang paling penting, mereka ingin melihat bahwa politik mampu menghasilkan kerja nyata.

Karena itu, jika fenomena “rame-rame Login PSI” benar-benar berkembang menjadi gerakan partisipasi politik yang lebih luas, maka Bontang berpotensi menjadi salah satu contoh menarik bagaimana partai politik membangun basis baru di kalangan generasi muda.

Namun, di sinilah tantangan PSI sebenarnya dimulai. Jangan Sampai “Login” Berhenti di Pendaftaran

Banyak orang bisa diajak bergabung. Tetapi tidak semua orang bisa dipertahankan.

Merekrut anak muda jauh lebih mudah dibandingkan membangun loyalitas, kapasitas, dan keterlibatan politik mereka.

Karena itu, gelombang Login PSI harus diterjemahkan menjadi sesuatu yang lebih konkret: pendidikan politik, ruang diskusi, kegiatan sosial, pengembangan kapasitas, advokasi masyarakat, dan kesempatan bagi anak muda untuk mengambil peran.

PSI tidak cukup hanya mengatakan bahwa partai ini adalah rumah bagi anak muda.

Rumah itu harus benar-benar dibuka. Anak muda harus diberikan ruang untuk bicara, berbeda pendapat, mengkritik, bekerja, dan bahkan memimpin.

Sebab ukuran keberhasilan sebuah partai bukan hanya berapa banyak orang yang masuk melalui pintu depan.
Tetapi berapa banyak orang yang setelah masuk kemudian benar-benar diberi kesempatan untuk berbuat sesuatu.

Dari “Login” Menjadi “Kerja Nyata”

Fenomena ini juga menjadi ujian bagi PSI Bontang. Ketika publik mulai menunjukkan ketertarikan, ekspektasi otomatis ikut naik.

Anak muda yang datang bukan hanya membutuhkan slogan. Mereka membutuhkan bukti.
Mereka ingin melihat politik yang hadir di tengah masyarakat. Politik yang turun ke lapangan. Politik yang berani memperjuangkan persoalan warga. Politik yang tidak hanya muncul ketika pemilu semakin dekat.

Karena pada akhirnya, viral bisa mendatangkan perhatian, tetapi kerja nyata yang membuat orang bertahan.

Jika gelombang Login PSI di Bontang mampu diarahkan menjadi gerakan politik anak muda yang produktif, terbuka, dan dekat dengan masyarakat, maka fenomena ini bukan sekadar tren sesaat.

Ia bisa menjadi tanda bahwa sedang terjadi perubahan dalam budaya politik lokal.
Dan mungkin, inilah pesan terbesar dari fenomena tersebut:
Anak muda sebenarnya tidak apatis terhadap politik. Mereka hanya sedang mencari politik yang mau mendengarkan mereka.

Ketika mereka akhirnya memilih untuk “login”, tugas partai bukan sekadar menyambut kedatangan mereka.

Tugasnya adalah membuktikan bahwa keputusan mereka untuk masuk memang tidak sia-sia.

Karena politik masa depan bukan hanya tentang siapa yang paling banyak memasang baliho.

Politik masa depan adalah tentang siapa yang paling mampu mengajak anak muda bergerak, bekerja, dan menghadirkan perubahan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }