Uji coba aplikasi tersebut dilaksanakan di Kantor BPKAD Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (29/7/2026), sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan perbendaharaan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.Samarinda – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah. Salah satu inovasi terbaru yang tengah diuji coba adalah Sistem Informasi Elektronik Loket Keuangan (SiELOK), sebuah aplikasi yang dirancang untuk mempercepat proses pengajuan pencairan dana hingga penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.
Uji coba aplikasi tersebut dilaksanakan di Kantor BPKAD Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (29/7/2026), sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan perbendaharaan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD Kaltim, M. Yenny Dewi Sitinjak, menjelaskan bahwa SiELOK merupakan pengembangan dari layanan Second Desk Service (SDS) yang selama ini digunakan dalam proses pengajuan dokumen keuangan.
Melalui sistem baru ini, seluruh perangkat daerah nantinya dapat mengajukan dokumen pencairan secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor BPKAD, sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.
“Melalui SiELOK, pengajuan berkas menjadi lebih mudah karena dapat dipantau secara real time. Pengguna juga bisa mengetahui posisi berkas, apakah sudah diterima BPKAD atau masih dalam proses di bank,” ujar Yenny.
Kemampuan pelacakan dokumen secara real time tersebut dinilai menjadi salah satu keunggulan utama SiELOK karena meningkatkan transparansi sekaligus memberikan kepastian kepada perangkat daerah mengenai tahapan proses pencairan dana.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Perbendaharaan I BPKAD Kaltim, Awang Budi Hartono Luthman, mengatakan bahwa SiELOK juga menghadirkan sistem arsip digital yang lebih aman dan terstruktur.
Menurutnya, selama ini proses pencadangan dokumen masih banyak mengandalkan aplikasi perpesanan, sehingga memiliki risiko terhadap keamanan data maupun keberlanjutan penyimpanan arsip dalam jangka panjang.
“SiELOK hadir untuk memperkuat sistem yang sudah ada sekaligus menyediakan arsip digital yang lebih aman sehingga seluruh dokumen dapat tersimpan dengan baik dan mudah ditelusuri kembali,” jelasnya.
Selain meningkatkan keamanan data, aplikasi tersebut juga dirancang untuk mendukung pola kerja yang semakin fleksibel di lingkungan pemerintahan, termasuk penerapan kebijakan Work From Home (WFH) maupun Work From Anywhere (WFA).
Dengan sistem berbasis digital, layanan perbendaharaan tetap dapat berjalan secara optimal tanpa bergantung pada proses administrasi manual maupun kehadiran fisik pegawai di kantor.
Saat ini, BPKAD Kalimantan Timur masih melaksanakan tahapan uji coba sekaligus memberikan pelatihan kepada seluruh perangkat daerah agar proses implementasi berjalan optimal.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, SiELOK ditargetkan mulai diterapkan secara penuh pada tahun 2027 sebagai bagian dari percepatan transformasi digital layanan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Melalui inovasi ini, BPKAD Kaltim berharap proses pengelolaan keuangan daerah menjadi semakin cepat, transparan, akuntabel, dan mampu mendukung tata kelola pemerintahan berbasis digital yang lebih modern serta responsif terhadap kebutuhan pelayanan publik. (*)
Tidak ada komentar