Pemkot Bontang Dorong Produk Unggulan Kelurahan Naik Kelas, Keripik Bawis Tembus Mauritius

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
24 Jul 2026 19:33
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Pemerintah Kota Bontang mendorong pengembangan produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal di setiap kelurahan. Upaya itu diarahkan agar produk warga tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi memiliki peluang masuk ke pasar yang lebih luas.

Salah satu produk yang disebut telah menunjukkan perkembangan tersebut ialah keripik ikan bawis. Produk olahan khas Bontang itu bahkan disebut telah menembus pasar hingga Mauritius.

Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam kegiatan UMKM Insight di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (24/7/2026).

Bagi Pemkot Bontang, keberhasilan keripik bawis menjadi gambaran bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Terlebih ikan bawis merupakan salah satu hasil perikanan yang dikenal sebagai bagian dari kekhasan pangan Kota Bontang.

Neni ingin capaian tersebut diikuti pelaku UMKM dari wilayah lain. Pemkot mendorong agar setiap kelurahan mulai memetakan potensi yang bisa dikembangkan menjadi produk unggulan masing-masing.

Dengan pola tersebut, pengembangan UMKM tidak harus seragam. Setiap wilayah dapat mengangkat sumber daya yang memang menjadi kekuatannya, kemudian mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

“Alhamdulillah, keripik bawis kita sudah bisa sampai ke Mauritius,” ungkap Neni.

Ia mencontohkan Bontang Kuala yang memiliki potensi kuat di sektor kelautan. Produk seperti terasi menurutnya dapat dikembangkan lebih jauh melalui inovasi pengolahan, sehingga tidak hanya mengandalkan penjualan dalam bentuk produk dasar.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Pemkot Bontang memperkuat UMKM agar tidak hanya bertahan di pasar lokal. Produk yang memiliki ciri khas daerah diharapkan dapat menjadi identitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pemkot juga melihat keberagaman potensi antarwilayah sebagai modal untuk membangun lebih banyak produk unggulan. Jika dikembangkan secara konsisten, produk dari kelurahan dapat memiliki pasar sendiri dan memberi dampak terhadap pelaku usaha di tingkat masyarakat.

Neni berharap potensi yang dimiliki masing-masing kelurahan tidak berhenti sebagai komoditas biasa. Pemerintah ingin pelaku UMKM berani mengolah dan mengembangkan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Setiap kelurahan harus melihat apa yang menjadi potensi unggulannya. Dari situ kita kembangkan menjadi produk yang punya nilai dan bisa dikenal lebih luas,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }