Nobar Final Piala Dunia Jadi Ruang Pemkot Bontang Kumpulkan Warga

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
20 Jul 2026 21:57
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Suasana halaman Kantor DPMPTSP Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, berubah menjadi titik kumpul warga pada Senin (20/7/2026) dini hari.

Ratusan pencinta sepak bola datang untuk menyaksikan final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Spanyol. Warga mulai memadati lokasi sekitar pukul 02.00 Wita, mulai dari kalangan muda hingga orang tua.

Nonton bareng (nobar) yang digelar Pemkot Bontang itu tak hanya menghadirkan layar pertandingan. Sejumlah hiburan dan pembagian door prize berupa sembako turut diberikan kepada penonton.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris hadir di tengah masyarakat dan ikut memandu pembagian hadiah. Penonton diajak menjawab pertanyaan sebelum mendapatkan kesempatan membawa pulang sembako.

Usai kegiatan tersebut, Agus tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia memilih duduk bersama warga dan ikut menyaksikan pertandingan yang berlangsung hingga dini hari.

Kehadiran masyarakat dari berbagai lingkungan membuat nobar berlangsung cukup semarak. Menurut Agus, kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan warga dalam suasana santai tanpa membedakan latar belakang maupun lingkungan tempat tinggal.

“Warga dari berbagai RT dan kelurahan bisa berkumpul di sini. Sepak bola menjadi ruang yang menyatukan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar perbedaan dukungan terhadap tim yang bertanding tidak menjadi alasan untuk memecah hubungan antarwarga. Semangat kebersamaan yang muncul dalam kegiatan tersebut diharapkan tetap terbawa setelah pertandingan berakhir.

Bagi Pemkot Bontang, kegiatan bersama seperti nobar dapat menjadi ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat di luar agenda pemerintahan. Warga bisa menikmati hiburan sekaligus membangun komunikasi dalam suasana yang lebih santai.

Agus berharap kebersamaan yang terbangun tidak berhenti selama pertandingan berlangsung. Hasil pertandingan boleh berbeda dengan harapan masing-masing pendukung, tetapi hubungan sebagai sesama warga Bontang tetap harus dijaga.

“Kita tetap satu sebagai warga Bontang,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }