Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat diwawancarai. (Newsborneo)NEWSBORNEO.ID – Pemerintah Kota Bontang tak ingin persoalan asap dari aktivitas pembakaran di Jalan Arif Rahman Hakim terus mengganggu masyarakat sekitar. Sejumlah perangkat daerah disiapkan untuk menindaklanjuti kondisi tersebut.
Lokasi yang menjadi perhatian berada di kawasan seberang Hotel Grand Muriara dan berada di tepi jalan. Aktivitas pembakaran berbagai jenis sampah di titik tersebut disebut menimbulkan asap yang berpotensi mengganggu lingkungan sekitar.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta persoalan itu segera ditangani. Ia menilai pembakaran sampah bukan solusi dalam pengelolaan sampah, terlebih jika dampaknya dirasakan warga yang berada di sekitar lokasi.
“Kita saja sebagai pemerintah tidak membenarkan pembakaran sampah. Apalagi kalau sampai asapnya mengganggu masyarakat,” ungkap Neni saat diwawancarai, Selasa (21/7/2026).
Pemkot Bontang akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, Kecamatan Bontang Barat dan Kelurahan Belimbing untuk menindaklanjuti kondisi di lapangan.
Koordinasi lintas perangkat daerah tersebut diperlukan agar persoalan tidak hanya berhenti pada penanganan tumpukan sampah. Pemerintah juga ingin memastikan aktivitas yang menimbulkan gangguan terhadap lingkungan tidak kembali terjadi.
Neni turut menyoroti dampak asap hasil pembakaran. Terlebih, sampah yang dibakar berasal dari berbagai jenis sehingga asap yang dihasilkan dapat membawa zat pencemar dan mengganggu kualitas udara di sekitar lokasi.
“Jangan sampai warga sekitar yang dirugikan. Asap pembakaran bisa membawa CO2 dan zat lainnya yang berdampak terhadap lingkungan,” terangnya.
Pemkot Bontang mendorong persoalan tersebut diselesaikan melalui penanganan yang tepat, sekaligus memperkuat pengawasan di wilayah yang berpotensi menjadi titik pembuangan maupun pembakaran sampah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga lingkungan tetap nyaman bagi masyarakat. Penanganan juga akan dikoordinasikan bersama perangkat daerah dan unsur kewilayahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Neni berharap persoalan lingkungan di kawasan tersebut segera mendapat penanganan sehingga masyarakat tidak lagi terganggu oleh aktivitas pembakaran.
“Yang paling penting jangan sampai aktivitas seperti ini merugikan warga. Kita akan tindak lanjuti bersama OPD terkait,” pungkasnya. (ADV)
Tidak ada komentar