Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pol Pepen Supena Wijaya melakukan kunjungan benchmarking ke Diskominfo Kaltim dalam rangka penyusunan kurikulum literasi digital bagi Bhabinkamtibmas. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat edukasi masyarakat terkait keamanan dan kecakapan digital.SAMARINDA – Transformasi digital yang semakin pesat mendorong aparat kepolisian untuk memperkuat kemampuan menghadapi berbagai tantangan di ruang siber. Menjawab kebutuhan tersebut, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Timur melakukan kunjungan benchmarking ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur guna menyusun materi kurikulum dan bahan ajar literasi digital bagi pelatihan Bhabinkamtibmas.
Kunjungan yang berlangsung di Kantor Diskominfo Kaltim, Senin (20/7/2026), menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas personel kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas, agar mampu menghadapi dinamika keamanan di era digital.
Kepala SPN Polda Kaltim, Kombes Pol Pepen Supena Wijaya, menegaskan bahwa literasi digital kini menjadi kompetensi yang tidak bisa dipisahkan dari tugas kepolisian di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di dunia maya.
Menurutnya, peran Bhabinkamtibmas tidak lagi terbatas pada pembinaan dan pengamanan di lingkungan masyarakat secara langsung, tetapi juga harus mampu memahami berbagai potensi ancaman yang muncul di ruang digital.
“Ke depan, Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir di ruang publik, tetapi juga di ruang digital. Kami ingin anggota memiliki kemampuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait literasi digital, perlindungan diri di internet, serta pencegahan berbagai bentuk kejahatan siber,” ujarnya.
Pepen menjelaskan, penguatan kompetensi tersebut akan menjadi bagian dari program Cyber Resilient Community (CRC) yang bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap berbagai risiko dan ancaman di dunia digital.
Melalui program itu, Bhabinkamtibmas diharapkan mampu menjadi ujung tombak edukasi di tingkat komunitas, mulai dari sosialisasi keamanan digital, pencegahan penipuan daring, perlindungan data pribadi, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hoaks dan kejahatan siber lainnya.
Ia menilai kolaborasi dengan Diskominfo Kaltim sangat penting karena instansi tersebut memiliki peran strategis dalam pengembangan literasi digital dan transformasi teknologi informasi di daerah.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyambut positif inisiatif yang dilakukan SPN Polda Kaltim. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan digital.
“Diskominfo siap mendukung program ini, terutama dalam penguatan literasi digital dan upaya pencegahan kejahatan siber di masyarakat. Kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui kesepakatan bersama sehingga implementasinya lebih efektif dan fleksibel,” kata Ririn.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital menghadirkan banyak manfaat bagi masyarakat, namun di sisi lain juga membawa berbagai tantangan baru yang memerlukan pemahaman dan kemampuan adaptasi yang baik.
Karena itu, peningkatan kapasitas Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem digital yang aman dan sehat.
Melalui sinergi antara Diskominfo Kaltim dan Polda Kaltim, diharapkan para Bhabinkamtibmas tidak hanya mampu menjalankan fungsi pembinaan keamanan konvensional, tetapi juga menjadi agen literasi digital yang dapat memberikan edukasi kepada masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman kejahatan siber, meningkatkan kecakapan digital, serta menciptakan ruang digital yang aman, produktif, dan bertanggung jawab bagi seluruh warga Kalimantan Timur. (*)
Tidak ada komentar