Melalui penanaman 100 pohon Cemara Angin ini, DPC PDI Perjuangan Kota Bontang bersama Gereja Katolik Paroki Santo Yosef menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap bumi dapat menjadi kekuatan dalam membangun masa depan yang lebih baik.BONTANG – Semangat menjaga kelestarian lingkungan hidup menggema di Kota Bontang melalui aksi nyata penanaman pohon yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Bontang dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Gereja Katolik Paroki Santo Yosef Bontang, belum lama ini menjadi wujud penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap masa depan bumi.
Sebanyak 100 bibit pohon Cemara Angin ditanam dalam kegiatan tersebut. Penanaman ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mewariskan alam yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bontang yang juga Anggota DPRD Bontang, Joni Alla Padang (JAP), hadir langsung dan ikut menanam pohon bersama peserta kegiatan. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberi manfaat jangka panjang.
Menurut JAP, ajaran dan pemikiran Bung Karno tentang pentingnya membangun masa depan bangsa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan manusia, tetapi juga dengan menjaga alam sebagai sumber kehidupan.
“Menanam pohon berarti menanam harapan. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita di masa depan,” ujarnya.
Mengusung tema *“Satu Bumi, Satu Kehidupan, Satu Masa Depan. Mari Menanam, Merawat, dan Mewariskan Kebaikan”*, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.
JAP berharap gerakan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi budaya bersama warga Bontang dalam menciptakan lingkungan yang hijau, sehat, serta nyaman untuk ditinggali.
Menurutnya, peringatan Bulan Bung Karno tidak cukup hanya dengan mengenang sejarah dan jasa sang Proklamator, tetapi juga harus diisi dengan aksi konkret yang memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Peringatan Bulan Bung Karno harus menjadi momentum untuk menghadirkan manfaat nyata. Salah satunya melalui gerakan menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui penanaman 100 pohon Cemara Angin ini, DPC PDI Perjuangan Kota Bontang bersama Gereja Katolik Paroki Santo Yosef menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap bumi dapat menjadi kekuatan bersama dalam membangun masa depan yang berkelanjutan. (*)
Tidak ada komentar