
NEWSBORNEO.ID – Kutai Timur mendapat tambahan peluang pertumbuhan ekonomi dari proyek hilirisasi batu bara menjadi metanol di kawasan PT BCIP, Dusun Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon. Fasilitas tersebut masuk agenda Proyek Strategis Nasional dan pada tahap awal ditargetkan memproduksi sekitar 2 juta ton metanol per tahun, termasuk produk samping.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan kehadiran industri pengolahan harus memberi nilai tambah lebih besar dibanding hanya menjual sumber daya dalam bentuk bahan mentah. Pemerintah daerah juga melihat proyek tersebut sebagai peluang baru di tengah tantangan ekonomi dan meningkatnya pemutusan hubungan kerja.
“Dengan adanya kegiatan ini, semoga pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur semakin meningkat,” ujar Ardiansyah.
Proyek ditargetkan memasuki tahap commissioning pada 2029. Selama masa konstruksi, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang. Setelah beroperasi, fasilitas diproyeksikan menyerap sekitar 700 karyawan.
Ardiansyah menegaskan Pemkab Kutim siap mendukung tahapan pembangunan sepanjang seluruh proses berjalan sesuai aturan, memperhatikan kepentingan masyarakat, serta memberi manfaat nyata bagi daerah.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur siap menyambut program strategis nasional yang telah direncanakan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia,” tegasnya.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung yang hadir dalam groundbreaking menjelaskan, gasifikasi batu bara menjadi metanol merupakan bagian dari strategi pemerintah meningkatkan nilai tambah komoditas tambang. Batu bara diarahkan tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Pemkab Kutim berharap efek proyek tidak berhenti pada penyerapan tenaga kerja. Pelaku usaha lokal juga diharapkan masuk dalam rantai pasok kebutuhan konstruksi, transportasi, makanan, penginapan, hingga jasa pendukung. Kesiapan tenaga kerja lokal dinilai penting agar peluang pekerjaan tidak lebih banyak diisi tenaga dari luar daerah.
Pemerintah provinsi bersama Pemkab Kutim menyatakan akan mengawal proyek tersebut. Ardiansyah menilai investasi besar baru akan memberi dampak maksimal apabila pertumbuhan industri ikut menaikkan pendapatan warga dan menciptakan kegiatan ekonomi turunan di sekitar kawasan.
“Dengan adanya kegiatan ini, semoga pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur semakin meningkat,” kata Ardiansyah. (ADV)
Tidak ada komentar