Fenomena Fatherless Jadi Sorotan, Pemkot Bontang Minta Ayah Aktif Dampingi Anak

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
3 Jul 2026 21:25
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Peran ayah dalam keluarga menjadi perhatian Pemkot Bontang dalam momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33. Kehadiran ayah dinilai tak cukup hanya secara fisik maupun sebagai pencari nafkah, tetapi juga perlu dibarengi keterlibatan dalam pengasuhan anak.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat membuka talk show Harganas ke-33 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (3/7/2026).

Neni menyoroti fenomena fatherless, ketika ayah ada dalam keluarga tetapi minim keterlibatan secara emosional dalam kehidupan anak. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak dalam membentuk karakter dan belajar menghadapi kehidupan.

Ayah memiliki posisi penting sebagai pendamping, pembimbing sekaligus teladan bagi anak. Karena itu, pengasuhan tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab ibu.

“Kurangnya perhatian dalam keluarga dapat meningkatkan risiko berbagai persoalan sosial, mulai dari kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, hingga pernikahan usia anak,” ujarnya.

Pemkot Bontang juga mendorong penerapan delapan fungsi keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Penguatan dari lingkungan keluarga dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan anak dan remaja.

Talk show yang digelar DP3AKB Bontang bersama Forum GenRe Indonesia Kota Bontang tersebut turut melibatkan para duta remaja. Peserta di antaranya Duta GenRe, Duta Anti Narkoba dan Duta Pariwisata.

Ketua Panitia Taranty Shakila Balqis mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengingatkan kembali bahwa keterlibatan ayah tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan ekonomi.

Anak juga membutuhkan kasih sayang, pendampingan dan dukungan dari ayah dalam proses tumbuh kembangnya.

“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran ayah dalam membangun keluarga yang kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komite I DPD RI Dr. Andi Sofyan Hasdam turut memberikan pembekalan kepada peserta. Ia mengajak para duta remaja menjadi agen perubahan dengan menyebarkan nilai positif mengenai keluarga dan ikut merespons persoalan yang dihadapi generasi muda.

Talk show tersebut juga menghadirkan Tenri Reward Putri dan Khohifah Naila Fakriah sebagai narasumber. Materi yang diberikan membahas Harganas serta Program UNMUTE yang berkaitan dengan upaya menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi remaja.

Penguatan keluarga menjadi salah satu perhatian Pemkot Bontang agar anak tidak hanya tumbuh dengan kebutuhan materi yang terpenuhi, tetapi juga mendapatkan ruang untuk didengar, didampingi dan diarahkan oleh kedua orang tuanya.

“Jadilah teladan di tengah masyarakat dan jangan pernah melupakan jasa orang tua,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }