BPBD Bontang Bersama Tim Gabungan Temukan Nelayan Hilang Setelah Lima Hari Pencarian

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
18 Agu 2026 16:47
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Pencarian terhadap seorang nelayan asal Bontang Kuala yang hilang saat melaut akhirnya berakhir setelah lima hari. Korban ditemukan di perairan Tanjung Prancis, Teluk Lombok, Kabupaten Kutai Timur, pada Selasa (18/8/2026).

Korban, Jainuddin (61), sebelumnya dilaporkan tidak kembali setelah pergi melaut pada Kamis (13/8/2026).

Laporan kehilangan kemudian diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang pada Jumat (14/8/2026).

Tim gabungan langsung melakukan penyisiran di sekitar perairan Tobok Batang, dekat Malahing.

Dalam pencarian awal, petugas menemukan perahu milik korban dalam kondisi mengapung, namun Jainuddin belum ditemukan.

Penyisiran kemudian terus dilakukan bersama Basarnas, TNI AL, warga serta nelayan Bontang Kuala. Tim juga menemukan mesin kapal milik korban sekitar satu kilometer dari lokasi perahu pertama kali ditemukan.

Temuan tersebut menjadi petunjuk bagi tim untuk memperkirakan kemungkinan arah pergerakan korban.

Seiring belum ditemukannya korban, wilayah operasi pencarian kemudian diperluas.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ismail Abdullah mengatakan, perluasan pencarian dilakukan untuk menjangkau area perairan yang lebih luas hingga masuk wilayah Kutai Timur.

“Pencarian kami perluas berdasarkan perkembangan temuan di lapangan. Tim terus menyisir wilayah yang memungkinkan menjadi lokasi keberadaan korban,” ujar Ismail.

Memasuki hari kelima, upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Jainuddin ditemukan di perairan Tanjung Prancis, Teluk Lombok, Kabupaten Kutai Timur dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah kemudian dievakuasi untuk dipulangkan ke Bontang dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Menurut Ismail, proses pencarian hingga akhirnya menemukan korban tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur.

Selain personel BPBD, operasi juga mendapat dukungan Basarnas, TNI AL, masyarakat dan nelayan setempat.

“Selama pencarian, kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat. Upaya dilakukan sampai keberadaan korban berhasil ditemukan,” katanya.

Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan luasnya wilayah yang harus dijangkau ketika operasi pencarian dilakukan di perairan. Pergerakan tim tidak hanya terpusat di lokasi awal, tetapi berkembang mengikuti informasi dan temuan selama proses pencarian.

Ismail menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Ia berharap keluarga diberikan kekuatan setelah Jainuddin ditemukan dan proses pemulangan selesai dilakukan.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin sampai korban berhasil ditemukan. Kami turut berbela sungkawa dan berharap keluarga diberikan ketabahan,” pungkas Ismail. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }