Dispar Kutim Prioritaskan Sertifikasi SDM, Fasilitas Destinasi Dibenahi

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
18 Sep 2026 15:05
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Dinas Pariwisata Kutai Timur menempatkan peningkatan kompetensi SDM dan perbaikan fasilitas sebagai prioritas pembenahan destinasi. Sertifikasi pelaku jasa wisata disiapkan bersamaan dengan penataan toilet, pusat informasi, hingga dermaga wisata.

Kepala Dispar Kutim, Mahriadi, mengatakan kualitas pelayanan menjadi faktor penting ketika daerah ingin meningkatkan kunjungan. Destinasi yang indah tidak cukup apabila wisatawan kesulitan memperoleh informasi, fasilitas dasar, atau pelayanan yang konsisten.

“Meningkatkan standar pelayanan,” kata Mahriadi.

Sertifikasi diarahkan kepada pengelola dan pelaku usaha jasa agar kompetensi mereka memiliki standar yang jelas. Pemerintah berharap peningkatan kemampuan SDM berpengaruh langsung pada kenyamanan, keselamatan, dan pengalaman pengunjung.

“Kenyamanan para pengunjung,” ujarnya.

Di sisi fisik, fasilitas dasar pada destinasi prioritas akan ditata secara bertahap. Pusat informasi dibutuhkan untuk membantu wisatawan memahami kawasan, sedangkan dermaga dan sarana umum menjadi penting bagi destinasi bahari maupun kepulauan.

Keterbatasan APBD membuat Dispar membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan. Dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR didorong untuk mendukung fasilitas publik yang manfaatnya dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan.

“Pemanfaatan dana CSR,” jelas Mahriadi.

Kolaborasi tersebut tetap membutuhkan pembagian peran yang jelas. Pemerintah menentukan kebutuhan dan standar, sedangkan dukungan swasta diarahkan pada fasilitas yang sesuai rencana pengembangan agar tidak muncul proyek yang berdiri sendiri tanpa pengelolaan lanjutan.

Dispar menilai pembenahan SDM dan fasilitas harus berjalan bersamaan. Pelayanan yang baik akan sulit tumbuh tanpa sarana memadai, sementara infrastruktur baru tidak akan memberi pengalaman maksimal jika pengelolanya belum memiliki kompetensi.

Sertifikasi juga memberi pelaku wisata standar keterampilan yang dapat diukur. Bagi pemandu, pengelola penginapan, maupun penyedia jasa lain, kompetensi yang diakui membantu meningkatkan kepercayaan wisatawan dan memudahkan pemerintah menyusun kebutuhan pelatihan berikutnya.

Penataan fasilitas diprioritaskan pada kebutuhan yang paling sering dirasakan pengunjung. Kebersihan toilet, papan informasi, akses aman, tempat istirahat, dan dermaga yang layak merupakan unsur dasar yang menentukan apakah wisatawan merasa nyaman untuk tinggal lebih lama.

“Kunci utama mempercepat penataan pariwisata,” tegasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }