Bencana Longsor Loa Janan, 238 Warga Terisolasi, ESDM Kaltim Turun Tangan Pulihkan Sungai

Redaksi
19 Mei 2025 08:32
Kaltim 1
2 menit membaca

KUKAR – Derita panjang warga Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai ditangani secara serius. Longsor besar yang menutup aliran sungai dan menyebabkan banjir selama lebih dari tiga hari menarik perhatian Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur (Kaltim).

Dampak bencana ini tidak main-main. Sebanyak 64 rumah warga terendam air, dengan 15 di antaranya rusak berat hingga tak layak huni. Tak hanya itu, 238 jiwa terdampak langsung dan sempat terisolasi akibat akses yang terputus.

“Longsoran ini akibat curah hujan tinggi ditambah bekas aktivitas tambang ilegal yang merusak struktur tanah. Sungai tertutup total oleh material longsor,” ujar Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, saat turun langsung ke lokasi, Minggu (18/5/2025).

Dampak lanjutan dari bencana ini juga menyentuh sektor pertanian. Lahan seluas 0,5 hingga 2 kilometer di sepanjang Sungai Jatah Margamulya ikut terendam. Padahal, wilayah ini menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 700 kepala keluarga—total 1.700 jiwa bergantung hidup dari sawah dan kebun di sana.

Melihat situasi tersebut, ESDM Kaltim bergerak cepat. Bersama Kepala Desa Purwajaya, serta perwakilan dari dua perusahaan swasta, PT ABK dan PT IBP, mereka meninjau lokasi dan merumuskan rencana pemulihan.

Langkah awal menjebol tanggul darurat yang terbentuk secara alami akibat longsoran. Upaya ini diharapkan bisa menciptakan jalur aliran air sementara, mempercepat surutnya genangan, dan mencegah banjir susulan.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan darurat. Di antaranya ekskavator lengan panjang untuk membersihkan longsoran, serta pasokan bahan bakar untuk mini ekskavator dan genset milik warga.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga. Evakuasi dan mitigasi akan terus dilakukan sembari memastikan sungai bisa mengalir normal kembali,” tegas Bambang.

Bambang menambahkan, ke depan pihaknya akan lebih memperketat pengawasan tambang ilegal di wilayah-wilayah rawan longsor.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Proses pemulihan memang butuh waktu, tapi komitmen kami jelas: masyarakat harus bisa kembali hidup normal secepat mungkin,” pungkasnya. [ANTARA]

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }