Kesbangpol Balikpapan Libatkan Pelajar dalam GEMPITA, Pemuda Didorong Jadi Penggerak Toleransi

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
27 Okt 2026 20:03
2 menit membaca

BALIKPAPAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan mendorong generasi muda mengambil peran aktif dalam mencegah intoleransi dan ekstremisme. Melalui Gerakan Pemuda Anti-Intoleransi dan Ekstremisme (GEMPITA), pemuda tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi juga diharapkan mampu menyebarkan pesan toleransi kepada teman sebaya.

Program tersebut melibatkan organisasi kepemudaan dan pelajar tingkat SMA. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan sejumlah pihak, termasuk Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan, Elizabeth, mengatakan GEMPITA dirancang untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya toleransi dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, peserta pembinaan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman pribadi. Mereka juga didorong menjadi penyampai pesan positif bagi lingkungan pergaulannya.

“Jadi, kita berkolaborasi dengan mereka untuk menjadikan mereka sebagai narasumber, memberikan motivasi ataupun pencerahan bagi teman-temannya sesama pemuda, kaitannya dengan meningkatkan toleransi di Kota Balikpapan dan mencegah terjadinya ekstremisme,” ujar Elizabeth, Selasa (27/10/2026).

Kesbangpol Balikpapan juga berencana memperluas edukasi pencegahan intoleransi ke berbagai kegiatan kepemudaan di luar sekolah.

Salah satu upaya yang disiapkan ialah berkolaborasi dengan Balikpapan Youth Spirit (BYS) dalam kegiatan bersih pantai yang digagas komunitas tersebut. Melalui kegiatan itu, pesan tentang toleransi serta pencegahan radikalisme dan ekstremisme akan disisipkan dalam aktivitas bersama.

Pendekatan ini diharapkan membuat edukasi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda. Pesan kerukunan tidak hanya disampaikan melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui interaksi di komunitas dan lingkungan pertemanan.

Selain itu, Kesbangpol memberikan perhatian terhadap penggunaan media sosial. Ruang digital dinilai perlu diisi dengan informasi dan pesan positif agar generasi muda mampu menyikapi berbagai konten secara bijak serta tidak mudah terpengaruh narasi yang berpotensi memicu intoleransi atau mendorong paham ekstrem.

Karena itu, program GEMPITA tidak hanya diarahkan pada penyampaian materi, tetapi juga penguatan peran pemuda sebagai agen penyebar pesan damai di lingkungan masing-masing.

Kesbangpol berharap para peserta dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada teman sebaya. Dengan begitu, upaya membangun toleransi tidak berhenti pada kegiatan pembinaan, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.

Melalui keterlibatan aktif generasi muda, Pemkot Balikpapan diharapkan dapat memperkuat kerukunan, menjaga keberagaman, serta menciptakan lingkungan sosial yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }