Kongres XX PDHI Digelar di Nusantara, Bahas Kedaulatan Pangan hingga Zoonosis

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
17 Okt 2026 10:53
3 menit membaca

NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi lokasi pembukaan Kongres XX Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, tersebut mempertemukan dokter hewan dari berbagai daerah dengan pemerintah dan pemangku kepentingan bidang veteriner.

Mengusung tema “Sinergi Dokter Hewan Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional”, kongres menjadi forum untuk membahas kontribusi profesi dokter hewan dalam menjaga kesehatan hewan, keamanan pangan, kesehatan masyarakat, sekaligus kelestarian lingkungan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut penyelenggaraan kongres tersebut di KIPP Nusantara. Menurutnya, kehadiran PDHI di IKN menjadi momentum penting untuk memperkuat perhatian terhadap kesehatan hewan dan perlindungan lingkungan.

Basuki juga menyinggung peran hewan dalam mendukung masyarakat di sekitar Nusantara. Ia menceritakan pengalamannya memelihara ayam yang nantinya dapat dikembangkan dan diberikan kepada masyarakat di wilayah Sepaku, termasuk sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan stunting.

“Selamat datang di Nusantara. Saya menyimak apa yang disampaikan oleh Bapak Ketum dan Ibu Nurhadi tadi, bahwa salah satu peran strategis dokter hewan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga meningkatkan kesehatan hewan,” ujar Basuki.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan kongres juga disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin.

Ia menilai Kongres XX PDHI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi bagian dari refleksi perjalanan profesi dokter hewan di Indonesia sekaligus ruang untuk memperkuat peran organisasi profesi.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar PDHI, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk Otorita IKN yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kongres ini. Kongres ke-20 PDHI merupakan momentum penting bagi perjalanan organisasi profesi dokter hewan Indonesia,” kata Nuryani.

Ketua Umum Pengurus Besar PDHI, M. Munawaroh, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Otorita IKN terhadap pelaksanaan kongres.

“Atas nama PDHI, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi dan terima kasih kepada Bapak Kepala Otorita IKN sehingga acara kongres ini dapat terselenggara di IKN,” ujar Munawaroh.

Ia juga mengajak seluruh peserta turut menyampaikan informasi yang benar mengenai perkembangan pembangunan Nusantara kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan Kongres XX PDHI di KIPP Nusantara juga diisi dengan Sosialisasi Zoonosis dan Animal Rescue. Agenda tersebut membahas pencegahan penyakit yang dapat menular antara hewan dan manusia, sekaligus penanganan serta penyelamatan satwa dalam kondisi yang mengancam keselamatannya.

Salah satu materi membahas mitigasi risiko zoonosis dalam situasi kebakaran hutan. Dalam pembahasan tersebut, pendekatan One Health ditekankan sebagai bagian penting dalam menghubungkan aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Kebakaran hutan dapat menyebabkan satwa meninggalkan habitatnya dan meningkatkan interaksi dengan manusia maupun hewan domestik. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit lintas spesies.

Karena itu, penanganannya membutuhkan surveilans, penilaian risiko secara bersama, komunikasi risiko kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.

Sementara itu, materi animal rescue membahas langkah penyelamatan satwa liar maupun hewan peliharaan dalam kondisi darurat, termasuk ketika terjadi kebakaran hutan.

Melalui Kongres XX PDHI dan rangkaian sosialisasi tersebut, isu kesehatan hewan, keamanan pangan, perlindungan satwa, serta pencegahan penyakit diharapkan dapat semakin terintegrasi dalam pembangunan Nusantara.

Pendekatan tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan kawasan IKN, kesehatan masyarakat, dan keberlangsungan ekosistem alam. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }