Nonton Film Istimewa di Bontang, Anak Disabilitas Diajak Berani Bermimpi

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
8 Okt 2026 16:20
3 menit membaca

BONTANG – Senyum dan keceriaan mewarnai wajah anak-anak penyandang disabilitas di Kota Bontang saat mengikuti Pagelaran Seni BNN Kota Bontang dan Nonton Bareng Film Istimewa di XXI Bontang City Mall, Rabu (7/10/2026).

Bukan sekadar menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi, membangun kepercayaan diri, sekaligus merasakan pengalaman positif dalam lingkungan yang aman dan inklusif.

Di tengah kegiatan, pesan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika juga disampaikan. Anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga diri dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, percaya diri, serta memiliki masa depan tanpa narkoba.

Setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, perlindungan, kebahagiaan, serta kesempatan berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Melalui pemutaran film Istimewa, anak-anak didorong untuk tidak minder dengan kondisi yang mereka miliki. Sebaliknya, mereka diajak terus belajar, bermain, berkarya, dan mengenali kelebihan yang menjadi kekuatan masing-masing.

Pesan tersebut menjadi penting karena lingkungan yang suportif dapat membantu anak membangun keberanian untuk menunjukkan kemampuan dan meraih cita-cita.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada orang tua, guru pendamping, serta pengawas Sekolah Luar Biasa (SLB) yang selama ini mendampingi anak-anak dengan ketulusan, kasih sayang, dan kesabaran.

Upaya membangun lingkungan yang inklusif, kata sejumlah pihak, tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah. Dukungan tersebut membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat secara luas.

Dalam kegiatan tersebut, hadir mewakili Wali Kota Bontang, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Rafidah.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNN Kota Bontang serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Rafidah menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bontang berkomitmen menghadirkan pembangunan dan pelayanan publik yang inklusif. Artinya, manfaat pembangunan harus dapat dirasakan seluruh masyarakat, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

Ia juga memberikan pesan langsung kepada anak-anak agar tidak mudah menyerah dan terus berani mengejar cita-cita.

“Jangan pernah menyerah, jauhi narkoba, dan teruslah bermimpi untuk meraih cita-cita,” pesan Rafidah kepada anak-anak.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Bontang Lulyana Ramdhani memberikan penghargaan kepada para orang tua dan tenaga pendidik yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendampingi anak-anak penyandang disabilitas.

Menurutnya, setiap anak memiliki kekuatan dan keistimewaan masing-masing. Potensi tersebut merupakan bagian penting dalam membangun masa depan bangsa.

Karena itu, perlindungan terhadap anak harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.

Lulyana menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Bontang, TP PKK, BNN, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang aman sekaligus menjauhkan anak-anak dari pengaruh narkotika.

“Kita ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi berkualitas dan memiliki masa depan yang baik, serta tentunya bersih dari narkoba,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Bontang Nur Kalbi Agus Haris, Perwakilan Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Kalimantan Timur Erlina Krisdayanti, serta perwakilan komunitas penyandang disabilitas dari PPDI, Pertuni, Gerkatin, dan NPCI Kota Bontang.

Pertemuan berbagai unsur tersebut menjadi gambaran bahwa membangun kota yang inklusif membutuhkan kerja bersama. Anak-anak penyandang disabilitas bukan hanya membutuhkan perhatian, tetapi juga ruang untuk berinteraksi, berekspresi, berkarya, dan menunjukkan kemampuan mereka.

Melalui kegiatan seperti ini, semangat kebersamaan diharapkan terus tumbuh. Tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga memperkuat kepedulian masyarakat untuk menciptakan ruang yang aman, positif, ramah, dan inklusif.

Sebab, setiap anak memiliki hak untuk bermimpi. Dan tugas lingkungan di sekitarnya adalah memastikan mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mewujudkan mimpi tersebut.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }