Dari Mendongeng hingga Public Speaking, Pemkot Bontang Buka Banyak Cara Belajar di Festival Literasi

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
13 Agu 2026 16:28
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Pemkot Bontang mengemas Festival Literasi 2026 dengan beragam aktivitas agar masyarakat memiliki lebih banyak cara untuk belajar. Tidak hanya membaca buku, kegiatan juga menyentuh kemampuan berbicara, bercerita, menulis hingga kreativitas anak.

Festival Literasi Kota Bontang 2026 resmi dibuka Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Kamis (13/8/2026).

Selama tiga hari hingga 15 Agustus, sebanyak 16 kegiatan disiapkan untuk melibatkan pelajar, mahasiswa, guru, keluarga, komunitas, pegiat literasi, pelaku UMKM hingga masyarakat umum.

Salah satu kegiatan yang menyasar anak yakni Speak A Story, kelas literasi dan public speaking. Ada pula pelatihan mendongeng bagi siswa SD serta workshop menulis dan membuat ilustrasi cerita anak.

“Belajar bisa dilakukan dengan banyak cara,” ujar Agus.

Selain kegiatan untuk anak, festival juga menyediakan ruang bagi keluarga melalui kelas parenting dan workshop yang berkaitan dengan pola pengasuhan. Ada pula kegiatan Bermain Bersama Ayah yang membawa aktivitas literasi ke dalam interaksi keluarga.

Pemkot Bontang juga menghadirkan kegiatan yang menyasar masyarakat lebih luas, seperti bedah buku, Book Party, diskusi, workshop Panji Beber dan Manuskrip Nusantara hingga talkshow literasi dan kepenulisan bersama penulis nasional Asma Nadia.

Agus mengatakan literasi saat ini tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga perlu mampu memahami informasi, berpikir kritis serta mengembangkan gagasan menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Yang penting ada kemauan untuk terus belajar,” terangnya.

Ragam kegiatan tersebut menjadi upaya Pemkot Bontang memperluas cara masyarakat mengenal literasi. Perpustakaan tidak hanya ditempatkan sebagai tempat mencari buku, tetapi juga ruang untuk belajar, bertukar gagasan dan mengembangkan kreativitas.

Festival turut dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan, penyerahan arsip statis dari lima OPD serta penghargaan bagi para pemenang lomba literasi.

Pemkot Bontang berharap kegiatan selama tiga hari tersebut tidak berhenti ketika festival selesai. Kebiasaan belajar dan berkarya diharapkan terus dibawa masyarakat ke lingkungan keluarga, sekolah maupun komunitas.

“Harapannya, literasi menjadi bagian dari keseharian masyarakat Bontang,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }