Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. (News Borneo)NEWSBORNEO.ID – Pemerintah Kota Bontang menyiapkan pola baru dalam pengelolaan sampah dengan mendorong keterlibatan perusahaan. Setiap perusahaan diharapkan dapat ikut membantu menyediakan fasilitas pemrosesan sampah di wilayah Kota Bontang.
Langkah tersebut disiapkan untuk mengurangi sampah yang langsung dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bontang Lestari. Pemkot ingin sampah yang masuk ke TPA nantinya lebih banyak berupa residu setelah melalui proses pemilahan dan pengolahan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan keterlibatan perusahaan akan diarahkan untuk mendukung penambahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di sejumlah wilayah.
Selain fasilitas pengolahan, pemerintah juga mendorong penguatan pengelolaan sampah hingga tingkat lingkungan. Bank sampah di setiap RT menjadi salah satu bagian dari skema yang sedang disiapkan.
“Perusahaan nanti kita arahkan ikut membantu membangun TPST, kemudian bank sampah juga diperkuat di setiap RT,” kata Neni saat diwawancarai, Jumat (24/7/2026).
Menurut Neni, pola tersebut diharapkan membuat sampah organik dan nonorganik dapat dipisahkan lebih awal. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat diproses kembali, sedangkan sampah yang benar-benar tidak dapat diolah baru dikirim ke TPA.
Kondisi itu dinilai penting karena kapasitas TPA Bontang Lestari menjadi salah satu perhatian pemerintah. Dengan pengolahan dari tingkat lingkungan hingga kawasan, jumlah sampah yang berakhir di TPA dapat ditekan.
Pemkot Bontang menargetkan komposisi residu yang masuk ke TPA bisa meningkat. Saat ini, dari keseluruhan sampah yang masuk, porsi residu disebut masih sekitar lima persen, sementara pemerintah menargetkan angka tersebut dapat mencapai 50 persen setelah proses pemilahan dan pengolahan berjalan lebih optimal.
Skema tersebut sekaligus membuka ruang bagi dunia usaha untuk terlibat dalam persoalan lingkungan yang dihadapi Kota Bontang. Dukungan perusahaan diharapkan tidak hanya dalam bentuk kegiatan sesaat, tetapi ikut membangun sistem pengelolaan sampah yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
Neni berharap penguatan pengolahan sampah dari tingkat RT hingga kawasan dapat mengurangi ketergantungan terhadap TPA. Semakin banyak sampah yang selesai diproses sebelum dibawa ke TPA, semakin panjang pula kemampuan fasilitas tersebut menampung residu.
“Kalau yang masuk ke TPA benar-benar hanya residu, kapasitasnya masih bisa dimanfaatkan lebih lama. Ini yang sedang kami dorong ke depan,” pungkasnya. (ADV)
Tidak ada komentar