Warga Protes Debu Folder Tanjung Laut, Andi Faizal: Kontraktor Sudah Berkomitmen

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
10 Agu 2026 19:53
3 menit membaca

BONTANG – Aktivitas pembangunan Folder Tanjung Laut di kawasan Jalan Selat Karimata, RT 09, Bontang, dikeluhkan warga. Debu dari kendaraan dan aktivitas proyek disebut beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga.

Keluhan tersebut terutama dirasakan ketika kendaraan roda empat melintas di sekitar lokasi pekerjaan. Laju kendaraan membuat debu terangkat dan terbawa angin menuju permukiman.

Rahman, salah seorang warga setempat, mengatakan kondisi itu telah berlangsung cukup lama dan semakin mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kalau kendaraan roda empat melaju-laju, sudah masuk rumah-rumah semua,” ujar Rahman, Senin (10/8/2026).

Menurut Rahman, warga telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak lingkungan maupun kelurahan. Persoalan debu tersebut bahkan sempat dibahas dalam pertemuan di tingkat kelurahan pada pekan sebelumnya.

Namun, warga menilai penanganan di lapangan belum berjalan maksimal.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah tandon air yang disebut digunakan untuk melakukan penyiraman di kawasan proyek. Warga menyebut fasilitas tersebut telah mengalami kerusakan selama berbulan-bulan.

“Rusak, tapi berbulan-bulan rusaknya,” ungkap Rahman.

Kondisi itu, kata dia, membuat aktivitas penyiraman untuk mengendalikan debu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Warga bahkan mengaku harus mengambil langkah sendiri untuk mengurangi debu yang masuk ke permukiman.

“Justru saya yang nyiram pakai selang dari rumah,” katanya.

Warga tidak mempersoalkan pembangunan Folder Tanjung Laut yang ditujukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan banjir di kawasan Bontang.

Namun, selama proyek berlangsung, mereka meminta pelaksana tetap memperhatikan dampak aktivitas konstruksi terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Menurut warga, kedekatan area pekerjaan dengan permukiman membuat dampak debu lebih mudah dirasakan. Karena itu, kerusakan sarana penyiraman seharusnya tidak menjadi alasan pengendalian debu terhenti dalam waktu lama.

Warga berharap kontraktor menyiapkan langkah alternatif, termasuk memastikan penyiraman dilakukan secara rutin, sehingga aktivitas pembangunan dapat tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat sekitar.

DPRD Turun Tangan

Keluhan warga tersebut turut mendapat perhatian DPRD Kota Bontang. Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan pihaknya telah mendengar langsung persoalan yang dirasakan masyarakat di sekitar proyek, termasuk masalah debu.

Menurutnya, DPRD telah berkomunikasi dengan pihak kontraktor agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.

“Kita sudah komunikasikan juga dengan kontraktor dan sudah ada komitmen bahwa ada penyiraman debu sesuai dengan yang diminta oleh masyarakat,” ujar Andi Faizal saat melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tetap harus berjalan, tetapi dampak yang dirasakan masyarakat sekitar juga tidak boleh diabaikan.

Dengan adanya komitmen penyiraman tersebut, warga berharap pengendalian debu benar-benar dilakukan secara konsisten, terutama ketika intensitas kendaraan proyek meningkat.

Penanganan tersebut dinilai penting agar pembangunan Folder Tanjung Laut tetap memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan gangguan berkepanjangan bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan proyek. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }