Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Semester I 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (12/6/2026). (Newsborneo.id)BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meminta jalur distribusi bahan pokok ke Kota Bontang diperluas sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi.
Hal itu disampaikan saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Semester I 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (12/6/2026).
Menurut Agus, ketergantungan Bontang terhadap pasokan dari luar daerah membuat pengendalian inflasi harus menjadi perhatian serius.
Sebab, gejolak harga sangat berdampak pada daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi daerah.
“Inflasi ini menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Kalau harga naik terus, daya beli akan terganggu,” kata Agus.
Ia menilai, salah satu langkah penting yang harus diperkuat adalah membuka lebih banyak jalur perdagangan selain dari Surabaya agar distribusi barang lebih stabil dan tidak terganggu.
Selain itu, Agus juga meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi untuk menjaga ketersediaan stok bahan pokok, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
Dalam rapat tersebut, sejumlah strategi pengendalian inflasi kembali diperkuat melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Sejumlah program seperti Gerakan Pangan Murah, Warung Tekan Inflasi, operasi pasar, hingga kerja sama antardaerah menjadi bagian dari langkah konkret yang terus dijalankan.
Agus menegaskan, pengendalian inflasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari dunia usaha, Bulog, Pertamina, hingga masyarakat.
“Kalau distribusi lancar, stok aman, dan harga terkendali, masyarakat juga lebih tenang. Itu yang ingin kita jaga bersama,” pungkasnya.
Tidak ada komentar