Penyerahan sapi bantuan Presiden untuk tingkat provinsi nantinya akan dilakukan oleh Gubernur Kaltim atas nama Presiden RI kepada pengurus masjid yang telah ditunjuk pemerintah daerah.SAMARINDA — Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Idul Adha 2026. Total 13 ekor sapi disiapkan dengan ukuran besar, bahkan sebagian memiliki bobot lebih dari satu ton.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Fadli Sufiani, mengatakan bantuan sapi kurban Presiden tahun ini disalurkan ke 10 kabupaten/kota di Kaltim, satu ekor untuk Pemerintah Provinsi Kaltim, serta tambahan dua ekor untuk kawasan IKN.
“Alhamdulillah Presiden Prabowo ini sudah tahun kedua membantu bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban ke 10 kabupaten kota di Kaltim. Provinsi juga mendapat satu ekor, jadi total 11 ekor. Kemudian untuk IKN ada dua ekor lagi,” ujarnya , Sabtu (23/5/2026).
Menurut Fadli, penentuan masjid penerima sapi kurban di tingkat provinsi akan dilakukan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim.
Sementara itu, DPKH Kaltim bertugas memastikan aspek teknis, terutama pemeriksaan kesehatan hewan dan kelayakan sapi agar sesuai dengan syarat kurban.
“Nanti yang menetapkan ke masjid mana itu Biro Kesra. Kalau kami secara teknis melakukan pemeriksaan ternak, kondisi fisiknya, kesehatannya, dan tim kami sudah berjalan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sapi bantuan Presiden untuk tingkat provinsi memiliki ukuran sangat besar dengan bobot sekitar 1.070 kilogram atau lebih dari satu ton.
Sedangkan sapi yang dialokasikan ke kabupaten/kota umumnya memiliki berat antara 600 hingga 700 kilogram.
“Bahkan ada juga yang sampai satu ton di wilayah Berau,” tambahnya.
Fadli menyebut sapi-sapi yang dipilih merupakan jenis unggulan seperti Simental, Limousin, dan Brahman yang dikenal berpostur besar.
Ia menilai kualitas ternak tahun ini cukup baik karena banyak berasal dari peternak lokal yang terus berkembang.
“Jenis sapinya eksotis semua, sapi-sapi besar,” katanya.
Sapi kurban tersebut berasal dari berbagai sumber peternakan di Kaltim, mulai dari kelompok ternak, peternak mandiri, hingga pelaku usaha peternakan. Sebagian bahkan merupakan hasil program inseminasi buatan (IB) yang dikembangkan peternak daerah.
“Ini juga ada sapi hasil inseminasi buatan dari petani peternak kita,” ujarnya.
Fadli menjelaskan, proses pengadaan sapi kurban Presiden dilakukan melalui koordinasi antara Sekretariat Presiden, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, serta pemerintah daerah.
Dalam prosesnya, DPKH Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota melakukan seleksi untuk memastikan sapi yang dipilih memenuhi syarat kesehatan dan kelayakan kurban.
“Kami hanya sebatas memfasilitasi sapi dan memastikan kesehatan ternaknya. Untuk pembelian dan negosiasi harga itu kewenangan Sekretariat Negara,” terangnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat tim dari Sekretariat Presiden akan datang ke Kalimantan Timur untuk melanjutkan proses pengadaan sapi kurban tersebut.
Penyerahan sapi bantuan Presiden untuk tingkat provinsi nantinya akan dilakukan oleh Gubernur Kaltim atas nama Presiden RI kepada pengurus masjid yang telah ditunjuk pemerintah daerah. (*/asm)
Tidak ada komentar