Kejam! Anak di Kaltim Dibunuh Gegara Utang Rp 120 Ribu

Suriadi Said
23 Feb 2022 01:57
4 menit membaca

newsborneo.id – SA (37), ditetapkan tersangka pembunuhan sadis anak gadis 14 tahun di Amborawang Darat, Samboja, Kutai Kartanegara. Motifnya dendam kepada ayah korban. Usai dihantam balok, korban sempat dibuang ke parit, disetubuhi dan dikubur di tanah berlumpur.

SA telah diamankan kepolisian Senin (21/2). Polsek Samboja gerak cepat mengungkap peristiwa sadis yang menyita perhatian publik itu.

“Kita lakukan penahanan, setelah kita tetapkan tersangka semalam. Motifnya ada uang piutang dengan bapak korban,” kata Kapolsek Samboja AKP Adyama Baruna Pratama, Selasa.

Dari penyidikan kepolisian, pelaku memiliki utang uang Rp 120 ribu kepada ayah korban. Karena belum sanggup membayar, pelaku menggadaikan burung jalak anakan, yang juga menjadi burung peliharaan kesayangannya.

“Burung itu sebagai jaminan. Nanti kemudian hari utang akan dibayar lunas dan nanti burung akan dikembalikan ayah korban kepada pelaku. Rencananya begitu,” ujar Adyama.

Tapi pelaku berpesan, burung itu jangan dijual kepada orang lain. Karena itu burung kesayangannya. Kenyataannya, dijual oleh ayah korban karena sudah berbulan-bulan pelaku tidak bayar utang,” tambah Adyama.

Pelaku pun menjadi kesal, sakit hati dan menaruh dendam. Puncaknya pada hari Minggu (20/2) pagi sekira pukul 09.00 WITA di mana korban lewat berjalan kaki di hadapan pelaku.

“Jadi waktu hari Minggu pagi itu, korban diberi uang Rp 50 ribu orangtuanya untuk ke warung beli telur. Korban jalan kaki ke waring. Kebetulan, di warung itu ada pelaku,” sebut Adyama.

Pelaku mengikuti korban sepulang dari warung, berbekal potongan kayu ulin sepanjang 40 sentimeter dan tebal sekitar 5 sentimeter. Dua kali pukulan potongan kayu itu membuat korban rebah seketika.

“Pengakuan pelaku memukul dua kali. Di lengan kanan, dan pukulan kedua bagian belakang kepala, di antara tengkuk dan leher. Ada luka memar dan robek sekitar 5 sentimeter,” terang Adyama.

“Pelaku memastikan korban tidak bernyawa. Dia lantas menyeret korban ke arah parit dan membuangnya di parit berukuran lebar sekitar 1,5 meter, dalamnya sekitar 2 meter,” beber Adyama.

Kemudian, saat dibuang ke dalam parit itu, lanjut Adyama, tidak sengaja bawahan sarung yang dikenakan korban pun tersingkap. “Jadi, korban saat pergi ke warung beli telur itu mengenakan hijab, baju kemeja dan bawahan sarung,” rinci Adyama.

Lantaran sarung yang tersingkap itulah pelaku lantas bernafsu dan menyetubuhi korban di dalam parit. “Pengakuan pelaku korban dalam keadaan tidak bernyawa, baru disetubuhi,” jelas Adyama.

“Ada beberapa menit, pelaku kembali ke warung untuk merokok dan ngopi. Korban ditinggalkan sementara begitu saja di dalam parit,” tambah Adyama lagi.

Selesai merokok dan ngopi di warung, lanjut Adyama, korban kemudian dipindahkan ke dalam kebun berjarak sekitar 15 meter dengan cara pelaku memikul jasad korban.

“Di area kebun itu, pelaku sempat menggali tanah lembek dan berlumpur menggunakan cangkul. Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam tanah yang digali, kemudian ditutup tanah campur lumpur lagi dan bebatuan besar. Iya benar, itu untuk menutupi kuburan korban,” jelas Adyama lagi.

Lokasi kejadian di Amborawang itu sendiri merupakan akses jalan warga yang sebelumnya merupakan jalan hauling batubara. “Sekarang jalan tanah, memang sepi dari permukiman. Di sana tidak terlalu banyak melintas kecuali pekerja pembuat batubata. Iya, jauh dari permukiman,” terang Adyama mengutip niagaasia.com.

Adyama memastikan, pelaku dan korban tinggal bertetangga. Pelaku sendiri seharinya adalah pekerja serabutan, di samping aktivitas sehari-hari dia menjaga sarang burung walet di Amborawang milik orangtuanya.

“Jadi kesal, sakit hati pelaku yang sudah bilang burung kesayangannya jangan dijual sampai nanti utang dibayar. Ternyata dijual ayah korban,” sebut Adyama kembali menegaskan.

Dalam kasus itu, tim Reskrim Polsek Samboja bergerak cepat mengamankan sembua barang bukti. Seperti barang bukti kalung emas korban dan pakaian korban. Termasuk hasil visum jenazah dari korban.

“Alat yang digunakan pelaku, potongan kayu ulin sudah kami sita. Juga cangkul untuk menggali tanah, batu-batu untuk menutup kubur korban. Itu adalah semen yang mengeras,” jelas Adyama lagi.

Sementara, penyidik menjerat pelaku dengan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. Korban sendiri telah dimakamkan di Balikpapan, Senin sore.

“Iya benar. Sakit hati sama bapaknya, dilampiaskan pelaku kepada anaknya,” tutup Adyama mengakhiri. [ng]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

news-1701