Dok Badak LNGJAKARTA – PT Badak Natural Gas Liquefaction (Badak LNG) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas untuk ke-15 kalinya. Penghargaan ini diserahkan di Sasana Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Selasa (7/4/2026) dan diterima langsung oleh President Director & Chief Executive Officer (CEO) Badak LNG, Achmad Khoiruddin.
Sebagai anak perusahaan Subholding Upstream Pertamina, capaian ini semakin memperkuat posisi Badak LNG sebagai pelopor industri gas alam cair (LNG) yang berkelanjutan di Indonesia.
Sejak pertama kali diraih pada 2011, penghargaan PROPER Emas ke-15 mencerminkan konsistensi strategi perusahaan. Badak LNG memposisikan diri sebagai perusahaan energi global yang unggul, terkemuka, ramah lingkungan, bertanggung jawab sosial, serta menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik.
Pada 2025, berbagai inovasi dan program unggulan menjadi faktor kunci pencapaian ini. Salah satunya adalah Eco Inovasi Otomatisasi Sistem Pengendalian Antisurge Kompresor Refrigeran yang berhasil mengurangi konsumsi steam pada produksi LNG rendah. Inovasi ini memberikan dampak penurunan signifikan terhadap potensi pemanasan global sebesar 51,98% serta potensi penipisan ozon sebesar 16,30%.
Upaya dekarbonisasi diperkuat melalui program konservasi dan reforestasi kawasan Badak LNG. Program ini berhasil menurunkan emisi hingga 40.701 ton setara karbon dioksida (CO2eq) per tahun. Badak LNG secara aktif menjalankan berbagai aksi mitigasi gas rumah kaca sebagai bagian dari dukungan terhadap target Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE).
Di sektor sosial dan lingkungan, Badak LNG menjalankan program Lestari Bahari (Lumbung Ekonomi Sukses Terpadu & Mandiri Berbasis Hasil Maritim). Program ini mengolah ikan kecil seperti teri menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Di sektor sosial dan lingkungan, Badak LNG menjalankan program Lestari Bahari (Lumbung Ekonomi Sukses Terpadu & Mandiri Berbasis Hasil Maritim). Program ini mengolah ikan kecil seperti teri menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Melalui teknologi pengeringan yang dapat beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca, umur simpan ikan diperpanjang. Selain itu, limbah ikan diolah menjadi pakan ternak, sehingga memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi dampak lingkungan di kawasan pesisir.
Program ini menghadirkan inovasi SOPAN TERI (Sistem Optimalisasi Pengeringan dan Penyimpanan Terintegrasi). Alat ini mengadopsi prinsip Economizer dari unit produksi LNG, di mana panas sisa pembakaran tungku perebusan dialirkan ke dalam kontainer pengering.
Teknologi sederhana ini telah mendapatkan paten dari Kementerian Hukum Republik Indonesia dengan nomor IDS000011421 berjudul “Alat Pengering Ikan Memanfaatkan Udara Panas dari Tungku Perebusan”.
Pada tahun yang sama, Badak LNG menginisiasi program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) sebagai wujud kepedulian membangun generasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045. Melalui pendampingan terhadap 17 Tempat Penitipan Anak (TPA) di Kota Bontang, program ini berfokus pada peningkatan kualitas pengasuhan anak usia dini melalui penguatan kapasitas pengasuh, sertifikasi kompetensi, serta pendampingan berkelanjutan bagi orang tua.
President Director & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Terima kasih atas dukungan seluruh insan Badak LNG, sehingga kita kembali meraih PROPER Emas ke-15. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen perusahaan untuk senantiasa menyelaraskan kegiatan bisnis dengan kepedulian terhadap lingkungan, dan tentunya ini merupakan hadiah dari Allah SWT,” ujar Achmad.
Ia menambahkan bahwa ke depan perusahaan akan terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Perusahaan akan terus berupaya menjaga keseimbangan lingkungan, baik dari aspek hayati, hewani, maupun pemberdayaan masyarakat sekitar,” tutupnya. (RIL)
Tidak ada komentar