Dishub Kutim Imbau Warga Segera Lengkapi Data untuk XSTAR, Akses BBM Subsidi Akan Terblokir Jika Tidak Terdaftar

Admin
21 Nov 2025 15:49
Kaltim 0
2 menit membaca

KUTAI TIMUR – Sistem baru penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kini mulai diberlakukan pemerintah melalui platform bernama XSTAR. Sistem ini mensyaratkan setiap pengguna BBM subsidi memiliki akun resmi yang terdaftar dan telah diverifikasi datanya. Tanpa kelengkapan administrasi, akun tidak dapat diterbitkan—dan otomatis pembelian BBM bersubsidi akan diblokir.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Perhubungan Kutai Timur (Dishub Kutim) mengimbau masyarakat untuk segera menyiapkan dan melengkapi seluruh dokumen persyaratan. Penegasan ini disampaikan Perwakilan Dishub Kutim, Abdul Moeis dalam rapat pembahasan penerapan XSTAR sekaligus penanganan kelangkaan BBM di Ruang Panel Kantor DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Selasa (18/11/2025).

Menurut Moeis, masih banyak warga belum bisa mengaktifkan XSTAR karena persyaratan administrasi yang belum dipenuhi. Padahal, sistem ini sepenuhnya mengandalkan keakuratan dan kesesuaian data.

“Jika masih ada warga yang belum memperoleh akun XSTAR karena syaratnya belum lengkap, kami harap segera melengkapinya,” tegasnya.

Moeis juga meluruskan informasi yang simpang siur di masyarakat. Ia menegaskan bahwa surat rekomendasi pembelian BBM yang dahulu dikeluarkan oleh Dishub kini tidak berlaku lagi. Seluruh mekanisme distribusi BBM bersubsidi sepenuhnya sudah terpusat melalui XSTAR.

Dishub Kutim, lanjutnya, mendukung penerapan sistem baru ini selama mampu menjamin tiga hal: transparansi data, ketepatan sasaran penerima BBM subsidi, dan pengawasan distribusi di lapangan. XSTAR diyakini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mempersingkat antrean, memperbaiki distribusi, serta menekan peluang penyimpangan.

Di sisi lain, Moeis menegaskan bahwa persoalan kelangkaan BBM tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Koordinasi erat antara OPD teknis, DPRD Kutim, dan Pertamina sangat dibutuhkan, terutama di kecamatan yang hanya memiliki satu SPBU namun harus melayani banyak wilayah sekaligus.

“Dengan kerja sama yang kuat, persoalan antrean dan kelangkaan BBM dapat diatasi,” ujar Moeis. (Adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }