(FOTO: Bapenda Kota Bontang)PROGRAM Jemput Bola alias “Jebol” pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang sejak 13 April 2026 menarik antusiasme warga di sejumlah kelurahan, seiring kemudahan layanan yang langsung hadir di lingkungan masyarakat.
Memasuki hari ke-9 pelaksanaan, layanan pembayaran PBB tersebut menjadi magnet baru di tengah warga. Mereka tidak lagi harus datang ke kantor pelayanan, cukup mendatangi titik layanan yang dibuka di masing-masing kelurahan.
Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan pendekatan pelayanan langsung memang dibutuhkan. Menurutnya, program ini tidak hanya mempermudah proses pembayaran, tetapi juga memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

(FOTO: Bapenda Kota Bontang)
“Program ini bukan hanya soal mempermudah pembayaran, tapi juga bagaimana pemerintah hadir lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Selama ini, kata Natalia, masih terdapat kendala yang dihadapi warga, mulai dari jarak, keterbatasan waktu, hingga kesibukan sehari-hari. Kondisi tersebut kerap membuat kewajiban pembayaran pajak tertunda. Melalui program Jebol, hambatan tersebut diupayakan dapat diminimalkan.
Selain memberikan kemudahan, program ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi. Warga tidak hanya membayar pajak, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai peran pajak daerah dalam mendukung pembangunan.
Natalia menjelaskan, penerimaan dari pajak daerah, termasuk PBB, menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan. Infrastruktur jalan, fasilitas umum, hingga layanan publik sebagian besar didanai dari sektor tersebut.
Respons positif terlihat di sejumlah lokasi pelaksanaan, seperti di Kelurahan Gunung Elai dan Kelurahan Api-api. Warga datang bergantian memanfaatkan layanan yang dinilai cepat, mudah, dan efisien, tanpa harus mengantre lama.
Program Jebol dijadwalkan berlangsung hingga 7 Mei 2026, setiap pukul 09.00–15.00 WITA. Layanan selanjutnya akan hadir di beberapa kelurahan, antara lain;
Tanjung Laut dan Tanjung Laut Indah (22–23 April)
Berbas Pantai dan Berebas Tengah (27–28 April),
Satimpo dan Kanaan (29–30 April),
Gunung Telihan dan Belimbing (4–5 Mei),
Bontang Lestari (6–7 Mei) [ADS/FR]
Tidak ada komentar