Pemkab Kutim Perluas Akses Sanitasi Layak, 2.000 Septic Tank Terpasang

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
17 Sep 2026 17:47
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperluas akses sanitasi layak bagi masyarakat. Melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), lebih dari 2.000 unit tangki septik (septic tank) telah dipasang di sejumlah wilayah.

Program tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama rumah tangga yang belum memiliki fasilitas pembuangan limbah sesuai standar kesehatan.

Salah satu wilayah penerima manfaat adalah Pulau Miang. Sebanyak 150 unit septic tank telah dipasang untuk meningkatkan kualitas sanitasi rumah tangga sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

Kepala Dinas Perkim Kutim, Ahmad Iip Makruf, mengatakan pembangunan fasilitas sanitasi menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan kawasan permukiman yang lebih sehat dan layak huni.

“Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, khususnya bagi masyarakat yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang memenuhi standar,” katanya, Kamis (17/9/2026).

Gunakan Tangki HDPE, Lebih Praktis dari Beton

Dalam pelaksanaannya, Dinas Perkim Kutim menggunakan tangki septik berbahan High Density Polyethylene (HDPE) sebagai alternatif konstruksi beton.

Material tersebut dipilih karena memiliki ketahanan terhadap benturan serta dinilai dapat mendukung penggunaan fasilitas sanitasi dalam jangka panjang.

“Penggunaan tangki HDPE ini menjadi alternatif dari konstruksi beton. Harapannya, sarana yang diberikan dapat lebih memenuhi standar dan bisa digunakan masyarakat dengan baik dalam jangka panjang,” ujar Ahmad Iip.

Menurutnya, pembangunan septic tank bukan sekadar menyediakan fasilitas pembuangan limbah rumah tangga. Program ini juga bertujuan mengurangi potensi pencemaran tanah dan sumber air di sekitar permukiman.

Warga Kutim Bisa Mengusulkan Bantuan

Dinas Perkim Kutim membuka kesempatan bagi masyarakat yang membutuhkan fasilitas sanitasi untuk mengajukan usulan bantuan.

Pengajuan dapat dilakukan melalui RT maupun secara perorangan. Namun, setiap usulan harus dilengkapi rekomendasi dari RT atau pemerintah desa sebelum menjalani proses verifikasi.

Prioritas penerima tetap diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki fasilitas sanitasi memadai.

Program ini juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk mendukung upaya pencegahan stunting melalui perbaikan lingkungan.

“Sanitasi yang baik tentunya sangat berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Karena itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus mendukung pemerintah dalam menekan angka stunting,” jelasnya. (adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }