Bupati Kutim Minta PT PAMA Tinjau Ulang Jam OPA, Pastikan Kebijakan Tak Rugikan Pekerja Lokal

Admin
14 Nov 2025 02:59
Kaltim 0
3 menit membaca

KUTAI TIMUR – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan agar PT PAMA Persada Nusantara segera mengevaluasi penerapan jam OPA sebagai indikator kesehatan dan kesiapan kerja karyawan. Ia menilai kebijakan tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada hak pekerja, terutama tenaga kerja lokal.

“PT PAMA harus melakukan evaluasi terhadap penerapan jam OPA. Disnakertrans jalankan tugasnya, dan tidak boleh ada keputusan apa pun sebelum ada laporan kepada Bupati,” tegas Ardiansyah saat berada di Sangatta, Kamis (13/11).

Bupati langsung menugaskan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim untuk mengawal secara ketat proses evaluasi tersebut. Ia mengingatkan bahwa kebijakan perusahaan tidak boleh diberlakukan sepihak apabila berpotensi menekan hak-hak tenaga kerja.

“Jangan sampai kebijakan itu merugikan karyawan, terlebih tenaga kerja lokal,” tegasnya.

Selain itu, Disnakertrans diminta menelusuri kembali seluruh proses penyelesaian sengketa ketenagakerjaan yang tengah berjalan. Ardiansyah menargetkan penanganan kasus dilakukan secara menyeluruh tanpa berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Saya tidak ingin melihat ada PHK. Disnakertrans harus memastikan prosedurnya dijalankan dengan benar,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan seluruh perusahaan di Kutim agar mematuhi Peraturan Daerah 2022 mengenai komposisi tenaga kerja lokal yang wajib mencapai minimal 80 persen.

“Aturannya sudah jelas. Saya minta ini dituntaskan secepat mungkin,” tegas Ardiansyah.

Meski menilai aspek keselamatan kerja penting, ia menekankan bahwa perlindungan hak pekerja tetap menjadi prioritas utama. Pihaknya berharap evaluasi yang dilakukan dapat menghasilkan regulasi dan prosedur yang lebih adil serta berpihak pada kesejahteraan karyawan lokal tanpa menurunkan standar keselamatan.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangani sejumlah kasus terkait PT PAMA. Salah satunya menyangkut karyawan bernama Heri Irawan yang telah di-PHK, meski dinyatakan layak untuk bekerja kembali melalui anjuran resmi pemerintah. Namun, anjuran tersebut ditolak perusahaan.

“Kami telah meminta PT PAMA mempekerjakan kembali Heri Irawan dan menghentikan penerapan jam OPA. Namun perusahaan tidak mengindahkan anjuran tersebut,” jelas Roma.

Roma menilai jam OPA tidak manusiawi karena tidak mempertimbangkan aspek personal dan kondisi pekerja. “Profesionalisme penting, tetapi memanusiakan manusia jauh lebih penting. Tidak semuanya bisa diukur berdasarkan jam OPA,” tegasnya.

Di sisi lain, PT PAMA memberikan penjelasan berbeda. Human Capital Department Head PT PAMA, Tri Rahmat, menyampaikan bahwa teknologi OPA bukanlah alat untuk menekan pekerja, melainkan sistem pendukung keselamatan berbasis data.

“OPA hanya tools untuk pencatatan presisi dan objektif. Sebelumnya kesiapan kerja hanya berdasarkan pengakuan pribadi, sementara dengan OPA kami dapat mengukur kecukupan istirahat karyawan, terutama operator alat berat,” paparnya.

Tri menjelaskan bahwa peningkatan teknologi diterapkan menyusul tingginya risiko operasional dan sejumlah kecelakaan kerja yang terjadi.

Meski begitu, Pemkab Kutim tetap bersikap tegas: evaluasi harus dilakukan menyeluruh dan kebijakan keselamatan tidak boleh berubah menjadi kebijakan yang merugikan pekerja. Pemerintah berharap solusi yang ditempuh ke depan dapat memberikan rasa keadilan baik bagi pekerja maupun perusahaan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000556

article 138000557

article 138000558

article 138000559

article 138000560

article 138000561

article 138000562

article 138000563

article 138000564

article 138000565

article 138000566

article 138000567

article 138000568

article 138000569

article 138000570

article 138000571

article 138000572

article 138000573

article 138000574

article 138000575

article 138000576

article 138000577

article 138000578

article 138000579

article 138000580

article 138000581

article 138000582

article 138000583

article 138000584

article 138000585

article 138000586

article 138000587

article 138000588

article 138000589

article 138000590

article 138000591

article 138000592

article 138000593

article 138000594

article 138000595

article 138000596

article 138000597

article 138000598

article 138000599

article 138000600

article 138000601

article 138000602

article 138000603

article 138000604

article 138000605

article 138000606

article 138000607

article 138000608

article 138000609

article 138000610

article 138000611

article 138000612

article 138000613

article 138000614

article 138000615

article 208000451

article 208000452

article 208000453

article 208000454

article 208000455

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 228000316

article 228000317

article 228000318

article 228000319

article 228000320

article 228000321

article 228000322

article 228000323

article 228000324

article 228000325

article 228000326

article 228000327

article 228000328

article 228000329

article 228000330

article 228000331

article 228000332

article 228000333

article 228000334

article 228000335

article 238000281

article 238000282

article 238000283

article 238000284

article 238000285

article 238000286

article 238000287

article 238000288

article 238000289

article 238000290

article 238000291

article 238000292

article 238000293

article 238000294

article 238000295

article 238000296

article 238000297

article 238000298

article 238000299

article 238000300

article 238000301

article 238000302

article 238000303

article 238000304

article 238000305

article 238000306

article 238000307

article 238000308

article 238000309

article 238000310

article 238000311

article 238000312

article 238000313

article 238000314

article 238000315

article 238000316

article 238000317

article 238000318

article 238000319

article 238000320

sumbar-238000256

sumbar-238000257

sumbar-238000258

sumbar-238000259

sumbar-238000260

sumbar-238000261

sumbar-238000262

sumbar-238000263

sumbar-238000264

sumbar-238000265

sumbar-238000266

sumbar-238000267

sumbar-238000268

sumbar-238000269

sumbar-238000270

sumbar-238000271

sumbar-238000272

sumbar-238000273

sumbar-238000274

sumbar-238000275

sumbar-238000276

sumbar-238000277

sumbar-238000278

sumbar-238000279

sumbar-238000280

sumbar-238000281

sumbar-238000282

sumbar-238000283

sumbar-238000284

sumbar-238000285

sumbar-238000286

sumbar-238000287

sumbar-238000288

sumbar-238000289

sumbar-238000290

sumbar-238000291

sumbar-238000292

sumbar-238000293

sumbar-238000294

sumbar-238000295

sumbar-238000296

sumbar-238000297

sumbar-238000298

sumbar-238000299

sumbar-238000300

sumbar-238000301

sumbar-238000302

sumbar-238000303

sumbar-238000304

sumbar-238000305

sumbar-238000306

sumbar-238000307

sumbar-238000308

sumbar-238000309

sumbar-238000310

sumbar-238000311

sumbar-238000312

sumbar-238000313

sumbar-238000314

sumbar-238000315

sumbar-238000316

sumbar-238000317

sumbar-238000318

sumbar-238000319

sumbar-238000320

news-1701