Pemkab Kutim Siapkan 4 Rumah Produksi, Bantuan Mesin IKM Bakal Diperketat

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
13 Sep 2026 16:26
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan empat rumah produksi bersama untuk mendukung pengembangan industri kecil dan menengah (IKM). Program tersebut dibarengi pengetatan verifikasi bantuan peralatan agar fasilitas yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan pelaku usaha.

Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), pemerintah daerah akan memperhatikan kesiapan penerima, mulai dari kebutuhan listrik, kapasitas produksi, hingga kemampuan mengoperasikan mesin.

Kepala Bidang Industri Disperindag Kutim, Achmad Donny Erviady, menjelaskan ketepatan spesifikasi peralatan menjadi perhatian penting dalam penyaluran bantuan.

Persoalan yang ingin dihindari adalah bantuan mesin yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal akibat kondisi tempat usaha tidak mendukung.

Penyediaan empat rumah produksi bersama diharapkan menjadi solusi bagi pelaku IKM yang belum memiliki kemampuan membeli peralatan produksi secara mandiri.

Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi sekaligus membantu pelaku usaha menjaga kualitas produk.

Melalui penggunaan fasilitas bersama, kelompok IKM berpeluang memanfaatkan mesin dan sarana produksi tanpa harus menanggung seluruh biaya investasi secara individual.

Selain meningkatkan kapasitas, rumah produksi juga dapat menjadi pusat pembinaan pengolahan, kebersihan, pengemasan, serta penerapan standar mutu.

Donny menekankan pentingnya menghasilkan produk berkualitas agar industri lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Produksi itu memang berkualitas bagus,” menjadi salah satu penekanan Donny terkait pengembangan usaha.

Disperindag Kutim juga memperketat pemeriksaan calon penerima bantuan peralatan produksi.

Verifikasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian jenis usaha, volume produksi, kondisi tempat kerja, serta kemampuan kelompok dalam mengoperasikan mesin.

Pemeriksaan kebutuhan listrik menjadi salah satu bagian penting. Sebab, bantuan peralatan berteknologi tinggi berisiko tidak dapat digunakan apabila daya listrik di lokasi usaha tidak mencukupi.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan bantuan pemerintah tidak memberikan manfaat sebagaimana direncanakan.

Karena itu, spesifikasi mesin harus disesuaikan dengan kemampuan dan skala usaha penerima.

Peralatan berkapasitas terlalu besar dapat meningkatkan beban operasional, sementara mesin yang terlalu kecil berpotensi tidak memberikan peningkatan produksi secara berarti.

Selain ketepatan bantuan, pengelolaan rumah produksi bersama juga menjadi perhatian agar fasilitas dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Pengaturan jadwal penggunaan, pemeliharaan mesin, dan pembiayaan operasional diperlukan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan produksi.

Pemerintah daerah berharap peningkatan kualitas dan kapasitas produksi dapat memperkuat daya saing produk lokal Kutim.

Pelaku IKM diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar dengan jumlah produksi yang lebih konsisten serta kualitas yang terjaga.

“Bisa memenuhi pasaran,” menjadi target pengembangan industri yang disampaikan Donny. (adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }