Dari Griya Digital hingga Bank Sampah, TP PKK Balikpapan Perluas Pemberdayaan Keluarga

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
15 Okt 2026 18:54
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Balikpapan memperluas program pemberdayaan masyarakat melalui tiga langkah strategis, yakni digitalisasi administrasi organisasi, pembagian masker di tengah paparan kabut asap, serta pengelolaan sampah yang berpotensi memberikan nilai ekonomi.

Ketiga program tersebut menjadi bagian dari upaya TP PKK Balikpapan memperkuat peran keluarga sekaligus merespons kebutuhan masyarakat di bidang teknologi, kesehatan, dan lingkungan.

Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas’ud, mengatakan organisasi PKK perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar program yang dijalankan semakin relevan dan memberikan manfaat nyata.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran Griya Digital PKK, sebuah sistem yang dirancang untuk mendorong peralihan administrasi organisasi dari metode konvensional menuju sistem digital.

“Melalui Griya Digital PKK, kita mulai melakukan digitalisasi administrasi, khususnya persuratan. Ke depan, sistem ini akan dikembangkan untuk pendataan, enam buku wajib PKK, dan administrasi lainnya,” kata Nurlena.

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar mengurangi penggunaan kertas, tetapi juga membantu menata administrasi, mempermudah penyimpanan data, serta menjaga kesinambungan informasi ketika terjadi pergantian kepengurusan.

Karena itu, ia mendorong seluruh kader, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, untuk mengikuti penerapan sistem tersebut.

“Harapannya seluruh kader bisa mengikuti perkembangan teknologi sehingga administrasi organisasi menjadi lebih tertib, cepat, dan efisien,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, TP PKK Balikpapan turut mengambil langkah menghadapi memburuknya kualitas udara akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masker dibagikan melalui enam kecamatan untuk membantu melindungi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah.

Nurlena mengatakan perhatian perlu diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan.

“Kita peduli kepada masyarakat yang bekerja di luar rumah atau yang beraktivitas outdoor. Semoga ini bisa membantu mengurangi risiko terpapar ISPA,” tuturnya.

Ia juga mengajak kader PKK berperan aktif menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar menggunakan masker dan membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Menurut Nurlena, upaya menjaga kesehatan perlu dilakukan secara bersama-sama. Selain peran pemerintah, kesadaran keluarga dalam melindungi anggota keluarganya dari paparan asap juga menjadi faktor penting.

Tak hanya kesehatan dan digitalisasi, TP PKK Balikpapan juga memperkuat gerakan peduli lingkungan melalui kerja sama dengan PT Pegadaian dan Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI).

Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah sekaligus mengembangkan bank sampah di lingkungan masyarakat.

Nurlena menilai keluarga memiliki peran penting dalam membentuk perilaku pengelolaan sampah. Menurutnya, perubahan kebiasaan akan lebih mudah dimulai dari lingkungan rumah tangga dengan melibatkan seluruh anggota keluarga.

“Saya mengajak seluruh kader PKK menjadi pelopor pemilahan sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik, dan menggerakkan bank sampah di lingkungan masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan, sampah yang dipilah dengan baik berpotensi memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola melalui mekanisme yang tepat. Salah satunya melalui program konversi sampah menjadi tabungan emas sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi keluarga.

Nurlena berharap kolaborasi bersama perangkat daerah, PT Pegadaian, dan FORSEPSI dapat berlanjut secara konsisten serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menegaskan, keberhasilan program PKK sangat bergantung pada keterlibatan kader dalam menggerakkan perubahan di lingkungan masing-masing.

“Ketika keluarga saling menjaga, perempuan saling menguatkan, dan masyarakat bergerak bersama, Balikpapan memiliki peluang lebih besar untuk menjadi kota yang sehat, bersih, dan sejahtera,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }