Bontang Targetkan 500 Wirausaha Baru Tiap Tahun, Anak Muda Didorong Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
4 Okt 2026 18:30
4 menit membaca

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menyiapkan strategi baru untuk menekan angka pengangguran dengan mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda. Targetnya tidak tanggung-tanggung, sebanyak 500 wirausaha baru ditargetkan lahir setiap tahun.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengubah pola pikir generasi muda. Mereka tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga didorong menjadi pencipta lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Langkah ini dinilai penting di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Bontang pada 2025 tercatat 6,36 persen, atau sekitar 6.303 orang.

Penguatan ekosistem kewirausahaan pun mulai dilakukan sejak bangku sekolah dan perguruan tinggi. Salah satunya melalui Youth Leadership & Entrepreneurship Festival 2026 yang digelar Minggu (4/10/2026) pagi di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kecamatan Bontang Barat.

Mengusung tema “Youth Today, Leader Tomorrow”, kegiatan yang diinisiasi Borneo Youth Forum tersebut diikuti sekitar 400 pelajar dan mahasiswa.

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan, mental kewirausahaan, hingga cara melihat peluang bisnis. Sejumlah praktisi bisnis nasional dan lokal turut dihadirkan sebagai narasumber, di antaranya Founder & President Indonesian Entrepreneur Club Syafii Efendi serta pendiri Bontang Ojek (Bonjek) dan Borneos.co, Kahar Muzakir.

Anak Muda Jangan Takut Memulai

Ketua Panitia Youth Leadership & Entrepreneurship Festival 2026, Sri Wahyuni, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membangun keberanian generasi muda dalam memulai usaha.

Menurutnya, menjadi pengusaha bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu. Yang paling penting adalah keberanian mengambil langkah pertama, memiliki kemauan belajar, serta mampu membaca peluang di sekitar.

“Kehadiran sekitar 400 peserta hari ini menunjukkan keberanian anak muda untuk membuka peluang baru. Kami berharap kegiatan ini menjadi modal pengetahuan dan motivasi bagi peserta untuk mengembangkan usaha dan meraih kesuksesan,” ujar Sri Wahyuni.

Menurut dia, kegiatan seperti ini diharapkan tidak berhenti pada seminar atau pelatihan semata. Pengetahuan yang diperoleh peserta perlu dilanjutkan dengan praktik dan keberanian mengembangkan ide menjadi usaha nyata.

Bonus Demografi Jadi Kekuatan Bontang

Besarnya perhatian terhadap generasi muda tidak terlepas dari potensi demografi Kota Bontang.

Berdasarkan proyeksi BPS 2026 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah penduduk Bontang diperkirakan mencapai sekitar 193 ribu jiwa.

Dari jumlah itu, terdapat sekitar 14.880 jiwa pada kelompok usia 15–19 tahun, 16.402 jiwa berusia 20–24 tahun, dan 17.500 jiwa pada kelompok usia 25–29 tahun.

Kelompok usia produktif tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menggerakkan perekonomian daerah apabila mendapatkan pembinaan dan ruang yang memadai.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Pemkot Bontang, H. Lukman, menegaskan pemerintah terus berupaya membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda.

Lukman hadir mewakili Wali Kota Bontang yang berhalangan hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut secara resmi.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan.

“Potensi ini menjadi alasan penting bagi pemerintah. Mereka bukan hanya peserta pembangunan, tetapi harus dipersiapkan menjadi penggerak pembangunan,” tegas Lukman.

Kepemimpinan Harus Dibentuk Sejak Dini

Lukman juga mengingatkan bahwa karakter kepemimpinan dan kewirausahaan tidak lahir secara instan ketika seseorang menduduki sebuah jabatan.

Menurutnya, sikap kreatif, keberanian berkomunikasi, kemampuan menyelesaikan persoalan, serta kemandirian ekonomi harus dibangun melalui proses panjang.

Pengalaman berorganisasi dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan menjadi salah satu cara untuk melatih anak muda menghadapi persoalan nyata sekaligus mengambil keputusan.

Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menyiapkan generasi muda Bontang.

Guru, orang tua, komunitas, hingga dunia usaha dinilai memiliki peran penting dalam memberikan ruang, kepercayaan, dan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkembang.

Lukman pun mengajak para peserta menjadikan Youth Leadership & Entrepreneurship Festival 2026 sebagai momentum untuk berani bermimpi sekaligus mulai mengambil langkah konkret.

Generasi muda, menurutnya, tidak cukup hanya memiliki cita-cita. Mereka harus berani mengubah gagasan menjadi aksi, peluang menjadi usaha, dan pada akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Dengan target 500 wirausaha baru setiap tahun, Pemkot Bontang berharap semakin banyak anak muda yang tumbuh sebagai pelaku usaha mandiri sekaligus menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan pengangguran di Kota Taman. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }