Pasokan Air Baku Menurun, Dua IPA PTMB Tak Lagi Beroperasi Normal

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
7 Sep 2026 17:14
2 menit membaca

Balikpapan – Dampak fenomena El Nino mulai dirasakan dalam pelayanan air bersih di Kota Balikpapan. Menyusutnya volume air waduk menyebabkan ketersediaan air baku berkurang sehingga kapasitas produksi di dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Tirta Manggar Balikpapan (PTMB) ikut terdampak.

Dua instalasi yang mengalami penurunan produksi tersebut yakni IPA Teritip dan IPA KM 12.

Direktur Operasional PTMB Ali Rachman mengatakan, keterbatasan air baku membuat kedua IPA tidak mampu beroperasi dengan kapasitas seperti biasanya.

Di IPA Teritip, misalnya, produksi yang dalam kondisi normal dapat mencapai sekitar 200 liter per detik, kini hanya berada di kisaran 100 hingga 110 liter per detik.

“Dua IPA pengolahan yang terganggu, yang pertama yang ke Teritip. Biasanya kapasitas 200 liter per detik atau sampai 120, sekarang menurun menjadi 100 sampai 110 liter per detik,” ujar Ali, Senin (7/9/2026).

Kondisi lebih berat terjadi di IPA KM 12. Instalasi tersebut tidak lagi dapat dioperasikan sepanjang waktu karena pasokan air baku yang terbatas.

Menurut Ali, kapasitas produksi IPA KM 12 yang sebelumnya dapat mencapai 80 hingga 100 liter per detik, kini hanya bisa dijalankan pada waktu-waktu tertentu.

“Begitu juga yang ada di IPA KM 12, yang bisa sampai 80 atau 100 liter per detik, sekarang mati total dan hanya bisa menggunakan operasi beberapa dalam sehari,” katanya.

Terbatasnya produksi kemudian berdampak langsung terhadap pola distribusi air kepada pelanggan di wilayah yang dilayani kedua IPA tersebut.

PTMB memastikan air tetap dialirkan kepada pelanggan, namun durasi pelayanan harus dikurangi. Jika sebelumnya distribusi dapat berlangsung hingga 24 jam, saat ini pelanggan berpotensi hanya memperoleh aliran air kurang dari 12 jam dalam sehari.

“Untuk pelayanan di dua IPA tersebut, mohon maaf kami hanya bisa melayani mungkin tidak bisa maksimal 24 jam, tetapi akan mendapatkan air mungkin di bawah 12 jam,” jelas Ali.

Meski demikian, PTMB memastikan pelayanan tidak dihentikan sepenuhnya. Perusahaan terus mengatur distribusi agar pelanggan tetap mendapatkan pasokan di tengah keterbatasan air baku.

“Yang jelas untuk pelayanan tersebut tetap akan mendapatkan air, cuma belum secara optimal seperti biasanya,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi pelayanan pada IPA lainnya disebut masih berjalan normal. Gangguan teknis yang bersifat lokal, seperti kebocoran, juga masih dapat ditangani sehingga belum berdampak terhadap pelayanan secara luas.

“Untuk pelayanan di IPA lain-lain masih seperti biasa, tidak ada gangguan,” pungkas Ali. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }