Dua Kepala SPPG Bontang Dicopot Usai Kasus Keracunan MBG, Operasional Dapur Dihentikan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
11 Agu 2026 20:28
2 menit membaca

BONTANG – Dua Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bontang dicopot dari jabatannya setelah terjadi insiden dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah.

Keduanya memimpin SPPG Bontang Barat, yang menyuplai makanan MBG ke SMP Vidatra, serta SPPG Bontang Utara 2, yang memasok makanan ke SDN 012 Bontang Selatan.

Sanksi tersebut disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Balikpapan, Paska Pakpahan, seusai kegiatan Evaluasi MBG di Auditorium Bontang, Selasa (11/8/2026).

Paska mengatakan, pencopotan kepala SPPG merupakan arahan langsung dari pimpinan pusat. Menurutnya, setiap insiden yang dinilai fatal dan mengancam keselamatan penerima manfaat akan diikuti dengan evaluasi serta sanksi terhadap pimpinan unit.

“Aturannya dari pimpinan pusat tegas. Kalau sudah kejadian fatal, Kepala SPPG-nya otomatis dicopot. Untuk SPPG Bontang Barat dan Bontang Utara 2 ini sedang kita proses penggantiannya,” ujar Paska.

Dua Dapur MBG Dihentikan Sementara

Tidak hanya mencopot kepala SPPG, KPPG Balikpapan juga menghentikan sementara operasional kedua dapur yang terlibat dalam distribusi makanan MBG tersebut.

Penghentian dilakukan sembari menunggu hasil evaluasi menyeluruh dari pemerintah pusat untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar keamanan pangan.

Paska mengatakan pihaknya kini melakukan audit terhadap 26 Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan di lapangan.

Audit tersebut mencakup seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari pemilihan dan penerimaan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pengemasan dan distribusi makanan ke sekolah.

Evaluasi dilakukan untuk menemukan titik yang memungkinkan terjadinya masalah sekaligus memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperketat pengawasan pelaksanaan program MBG di Kota Bontang, terutama menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi siswa, guru, maupun penerima manfaat lainnya.

Dengan pencopotan dua kepala SPPG dan penghentian sementara operasional kedua dapur, pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }