Di Era Digital, Neni Dorong Anak Muda Bontang Terus Belajar dan Beradaptasi

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
3 Jul 2026 20:03
2 menit membaca

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengajak generasi muda untuk membangun karakter yang kuat, pantang menyerah, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi di era modern. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam talk show peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (3/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Neni menyoroti tantangan yang dihadapi anak muda saat ini semakin kompleks, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital. Karena itu, menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar.

“Kita ingin mewujudkan generasi yang gigih, tangguh, dan mampu beradaptasi,” ujar Neni.

Ia menjelaskan, keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam proses tumbuh kembang anak. Namun, di sisi lain, setiap anak juga harus memiliki daya juang dan ketahanan diri untuk menghadapi berbagai situasi yang tidak selalu ideal.

Menurut Neni, tidak sedikit orang tua yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga sehingga memiliki keterbatasan dalam mendampingi anak secara penuh. Kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi anak untuk kehilangan semangat atau merasa tertinggal.

“Jangan mudah putus asa hanya karena merasa kurang mendapat perhatian atau pendampingan. Kalau ayah atau ibu sedang sibuk bekerja, jangan mencari pelarian yang negatif. Tetap semangat dan fokus membangun masa depan,” pesannya.

Lebih lanjut, Neni menilai bahwa saat ini merupakan era kompetensi, di mana kemampuan dan kualitas diri menjadi modal utama bagi generasi muda untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan.

Karena itu, ia mendorong anak-anak muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang semakin dinamis.

Selain menekankan pentingnya peran individu, Neni juga mengingatkan bahwa pembentukan karakter generasi muda membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, orang tua, pemerintah, lingkungan pendidikan, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan generasi yang berkualitas.

“Peran ini harus dilakukan secara kolaboratif. Bukan hanya pemerintah atau orang tua saja, tetapi semua pihak harus terlibat dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }