
RSUD Aji Muhammad Idris di Muara Badak Segera Beroperasi, Pemkab Kukar Kekurangan 364 Tenaga KesehatanKUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), tengah menggenjot persiapan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Idris di Kecamatan Muara Badak. Namun, kendala utama yang menghambat pengoperasian fasilitas kesehatan tersebut ialah kekurangan tenaga kesehatan (nakes).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa rumah sakit yang telah rampung dibangun memerlukan minimal 364 tenaga kesehatan agar dapat beroperasi optimal sesuai standar pelayanan.
“RSUD ini membutuhkan 364 tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, tenaga laboratorium, radiografer, serta tenaga kesehatan lainnya,” ujar Aulia, Minggu (1 Maret 2026).
Sebagai upaya percepatan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, Pemkab Kukar telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung bersama Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kemenpan RB, Raka Pamungkas.
Koordinasi ini membahas dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan layanan kesehatan di Kukar, khususnya untuk operasional RSUD Aji Muhammad Idris. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari optimalisasi pelayanan kesehatan daerah, sejalan dengan regulasi nasional di sektor kesehatan serta kebijakan daerah terkait pembentukan dan tata kelola rumah sakit.
Aulia menjelaskan, kebutuhan tenaga kesehatan yang cukup besar belum sepenuhnya dapat dipenuhi akibat sejumlah keterbatasan. Diantaranya minimnya redistribusi tenaga kesehatan antarfasilitas pelayanan kesehatan, keterbatasan formasi aparatur sipil negara (ASN), hingga kebijakan pembatasan pengangkatan ASN secara nasional.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesiapan operasional rumah sakit, terutama dalam penyediaan layanan kesehatan rujukan secara menyeluruh sesuai standar tipe rumah sakit.
“Akibatnya, operasional layanan belum dapat berjalan penuh, baik dari sisi cakupan maupun mutu pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Kukar menyiapkan sejumlah strategi percepatan. Salah satunya melalui redistribusi dan penataan tenaga kesehatan ASN dari fasilitas pelayanan kesehatan lain di wilayah Kukar.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pembukaan layanan RSUD Aji Muhammad Idris sehingga masyarakat, khususnya warga Kecamatan Muara Badak dan wilayah sekitarnya, dapat segera memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan memadai.
Aulia menambahkan, hasil koordinasi dengan Kemenpan RB menunjukkan sinyal positif. Pemerintah pusat disebut berkomitmen membantu penyelesaian persoalan kebutuhan tenaga kesehatan tersebut.
“Kemenpan RB berjanji segera menindaklanjuti permasalahan ini agar RSUD Aji Muhammad Idris dapat segera beroperasi sesuai harapan masyarakat,” katanya.
Kehadiran RSUD Aji Muhammad Idris dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat pesisir Kukar. Selama ini, warga Muara Badak dan sekitarnya masih harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan rujukan. (RE)
Tidak ada komentar