
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik.BALIKPAPAN – Program pendidikan gratis di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan tetap berjalan. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) aman. Subsidi SPP juga tidak dipangkas.
Kebijakan itu sejalan dengan arahan Wali Kota Balikpapan. Pendidikan ditempatkan sebagai kebutuhan dasar. Bukan sekadar program. Tetapi investasi masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan hal tersebut saat ditemui usai kegiatan di Balikpapan.
“Program prioritas Pak Wali tetap berjalan. Pendidikan gratis, dana BOS, subsidi SPP, tidak ada yang dikurangi,” ujar Irfan.
Bahkan, kata dia, anggaran pendidikan justru terus meningkat dari tahun ke tahun. Alasannya sederhana. Pendidikan adalah prioritas utama.
Irfan menjelaskan, salah satu faktor membesarnya anggaran pendidikan adalah peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Terutama guru non-ASN.
Saat ini, rata-rata gaji guru di Balikpapan sudah berada di angka sekitar Rp3,5 juta per bulan. Jauh meningkat dibanding beberapa tahun lalu.
“Dulu gaji guru sekitar Rp1 jutaan. Sekarang sudah naik. Itu yang membuat anggaran pendidikan membesar,” jelasnya.
Namun, menurut Irfan, kenaikan tersebut bukan beban. Melainkan kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
“Ini kebutuhan dasar. Tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Selain kesejahteraan, Disdikbud juga terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah. Ketersediaan guru menjadi kunci menjaga kualitas layanan pendidikan.
Meski begitu, Irfan mengakui pemenuhan ideal belum bisa sepenuhnya tercapai. Faktor kemampuan anggaran masih menjadi pertimbangan.
“Sekolah minimal harus terpenuhi 80 sampai 85 persen gurunya. Kalau 100 persen, kemampuan anggaran kita belum kuat,” ujarnya.
Secara ideal, Balikpapan membutuhkan lebih dari seribu guru. Namun saat ini, daerah baru mampu menerima sekitar 600 tenaga pendidik.
Kendati demikian, Pemkot Balikpapan memastikan penambahan guru terus dilakukan secara bertahap setiap tahun.
“Tahun ini ada penambahan dibandingkan tahun lalu,” kata Irfan. (RE)
Tidak ada komentar