OPINI: Berstrategi Baru dengan Menghargai yang Lama

Suriadi Said
13 Apr 2021 11:43
Kolom 0
5 menit membaca

PANDEMI selalu berskala global, tapi angka 19 pada pandemi kali ini menyentakkan kesadaran kita pada dimensi waktu yang erat berkelindan dengan wabah semesta ini. Angka itu menggarisbawahi suatu titik awal sebagaimana ditengarai manusia, tentu saja, sekaligus memungkinkan kita untuk mengukur kecepatan sebaran, keparahan dampak, dan sekaligus menolok respons yang telah dilakukan. Berapa banyak yang tertular, dites, sakit, meninggal, sembuh dan tervaksinasi menjadi paparan big data yang selalu menarik untuk ditelaah dan ditafsirkan.

Angka 19 merampatkan seantero bumi pada suatu kondisi yang setara saat badai global melanda. Sementara, manusia berkehidupan dan berkediaman dengan cara yang berbeda-beda. Dalam kerangka ini semua pemahaman dan upa­ya manusia dipahami dalam format waktu yang flat.

Kalimat sejarawan Yuval Noah Harari di awal pandemi tentang, “Kita semua dihempas badai yang sama tapi berada dalam perahu yang be­beda-beda,” perlu untuk ditelaah lebih dalam untuk bisa menyimpulkan apakah kapal besar bermesin yang lebih tangguh menerjang ombak atau justru sampan-sampan kecil berdayung yang lincah berkelit dari gelombang.

Pandemi kali ini bersekutu erat dengan teknologi informasi. Semua relasi bergantung pada jejaring TI termasuk belajar, bekerja, ibadah, makan, hiburan, serta berbagai relasi lainnya seperti pulang kampung dan perhelatan nikah. Dinding-dinding batas ruang yang membentuk keberadaan dan relasi tersebut dihancurkan atau paling tidak dibobol sana-sini agar kita dapat menjalin hubungan baru sehingga kehidupan masih bisa diselenggarakan. Ruang keluarga di rumah tidak hanya menjadi tempat makan dan berbincang dengan keluarga secara nyata, tapi juga bekerja, kuliah, belanja, dan menonton berbagai hiburan secara maya.

Kapal dalam metafora Harari yang berskala besar mungkin berupa kampus universitas, kantor konsultan, ataupun negara yang keberhasilannya bergantung pada kesuksesan sampan-sampan kecil yang bernama rumah.

Dalam terpaan pandemi, manusia menguraikan balok-balok lego pembentuk ruang dan bangunan agar dapat menyusunnya kembali menjadi arsitektur yang lebih relevan dengan situasi saat pandemi yang akan mereda tapi mungkin tak pernah sirna; serta teknologi informasi yang kian bersicepat dan menggurita sehingga merambah sendi-sendi kehidupan kita.

Menyusun ruang memerlukan basis kognitif yang solid. Penjara hanya bisa dibangun ketika pengawasan dan penertiban diyakini mampu mengubah penjahat menjadi warga yang baik. Sel dan barak menjadi perangkat yang mampu mengubah diri dengan mendisplinkan raga. Logika yang sama kita jumpai di pembentukan rumah sakit, sekolah, pabrik dan bangunan institusional lainnya. Masa depan akan menjadi lebih baik jika mesin-mesin pentransformasi itu dapat dioperasikan dengan paripurna.

Masih terasa jengah ketika ada visi lembaga pendidikan tinggi yang diawali dengan “Mencetak lulusan yang…” Seolah-olah prosedur institusional dan spasial ter­sebut dapat bersekutu padu dalam mekanis­me “pencetakan lulusan” laksana Lembaga Pemasyarakatan yang menjamin “alumni”-nya menjadi warga masyarakat yang baik.

Ketika saat ini, ruang harus disusun ulang maka hadir pertanyaan skenario macam apa yang akan dipergelarkan di dalam ruang baru tersebut. Pandemi begitu cepat merebak, dan kecakapan kita untuk merumuskan kesepakatan skenario belum terlalu dapat diandalkan. Sayangnya putaran waktu tak memberi kita banyak kesempatan untuk menata segala sesuatu.

Ayat, “Sesungguh­nya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. 13: 11) dimaknai dengan penekanan pada ikhtiar sebelum pertolongan Allah. Tapi sisi lain dari ayat ini adalah bahwa kondisi itu bersifat kolektif (bi qaumin) sementara perbaikan kondisi berpangkal pada inisiasi individual (bi anfusihim).  Untuk itu, manusia menjadi berpaling kepada diri sebagai agen pe­rubahan berhadapan dengan kolektivitas sebagai realita.

Meningkatkan nilai

Saat ini, diri tersebut ditantang untuk mengajukan jawaban tentang dunia yang berubah dalam ketidakpastian ini. Rumah bukan hanya ruang hunian atau tempat tinggal tetapi menjadi pangkalan untuk relasi dan produksi yang akan selalu berubah. Revolusi Industri telah mencerabut sisi produksi dari rumah sehingga hanya menjadi sekumpulan bilik konsumsi. Saatnya para ranah domestik berperan kembali untuk menjadi situs produksi yang akan menentukan jalannya perubahan dan perkembangan dunia.

Masa depan tampaknya akan kembali didominasi oleh rumah; tapi lengkap antara sisi produksi dan konsumsinya. Rumah kita menjadi Kampus dan bangunan Kampus juga mungkin dikonversi menjadi rumah.

Beberapa pekan yang lalu, tepatnya 16 Maret 2021, Anugerah Pritzker yang dianggap paling prestisius di dunia arsitektur diterima oleh Anne Lacaton and Jean-Philippe Vassal dari Prancis. Harian Los Angeles Time menggarisbawahi karya mereka sebagai “anti arsitektur” lantaran mereka lebih banyak merenovasi atau mentransformasikan bangunan lama yang telantar untuk mendapatkan fungsi baru.

Selama ini keunggulan utama seorang arsitek tercermin dalam kreativitas mereka dalam mencipta bentuk, sementara mereka tidak mencipta bentuk tapi lebih menyelaraskan dengan bangunan fisik yang sudah ada. Kedua orang ini mengingatkan semua bahwa menghargai bangunan yang sudah ada dan meningkatkan nilai bangunan tersebut sangatlah penting. Dengan berprinsip never demolish, mereka tak memubadzirkan konstruksi yang sudah ada dengan membongkarnya tapi justru mengapresiasi dan meningkatkan nilainya.

Di masa mendatang kecakapan seperti ini sungguh diperlukan mengingat akan banyak perubahan ruang untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan relasi dan standar-standar kesehatan. Akan tetapi kebutuhan tersebut tidak harus dipenuhi dengan membongkar dan membuat bangunan baru. Bangunan yang paling ramah lingkungan memang adalah bangunan yang sudah didirikan. ***

 

Oleh Dr Ir Revianto Budi Santoso M Arch (Dosen Arsitektur UII, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000631

article 138000632

article 138000633

article 138000634

article 138000635

article 138000636

article 138000637

article 138000638

article 138000639

article 138000640

article 138000641

article 138000642

article 138000643

article 138000644

article 138000645

article 138000646

article 138000647

article 138000648

article 138000649

article 138000650

article 138000651

article 138000652

article 138000653

article 138000654

article 138000655

article 138000656

article 138000657

article 138000658

article 138000659

article 138000660

article 138000661

article 138000662

article 138000663

article 138000664

article 138000665

article 138000666

article 138000667

article 138000668

article 138000669

article 138000670

article 138000671

article 138000672

article 138000673

article 138000674

article 138000675

article 138000676

article 138000677

article 138000678

article 138000679

article 138000680

article 138000681

article 138000682

article 138000683

article 138000684

article 138000685

article 138000686

article 138000687

article 138000688

article 138000689

article 138000690

article 138000691

article 138000692

article 138000693

article 138000694

article 138000695

article 138000696

article 138000697

article 138000698

article 138000699

article 138000700

article 138000701

article 138000702

article 138000703

article 138000704

article 138000705

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 228000316

article 228000317

article 228000318

article 228000319

article 228000320

article 228000321

article 228000322

article 228000323

article 228000324

article 228000325

article 228000326

article 228000327

article 228000328

article 228000329

article 228000330

article 228000331

article 228000332

article 228000333

article 228000334

article 228000335

article 238000336

article 238000337

article 238000338

article 238000339

article 238000340

article 238000341

article 238000342

article 238000343

article 238000344

article 238000345

article 238000346

article 238000347

article 238000348

article 238000349

article 238000350

article 238000351

article 238000352

article 238000353

article 238000354

article 238000355

article 238000356

article 238000357

article 238000358

article 238000359

article 238000360

article 238000361

article 238000362

article 238000363

article 238000364

article 238000365

article 238000366

article 238000367

article 238000368

article 238000369

article 238000370

article 238000371

article 238000372

article 238000373

article 238000374

article 238000375

article 238000376

article 238000377

article 238000378

article 238000379

article 238000380

article 238000381

article 238000382

article 238000383

article 238000384

article 238000385

article 238000386

article 238000387

article 238000388

article 238000389

article 238000390

article 238000391

article 238000392

article 238000393

article 238000394

article 238000395

article 238000396

article 238000397

article 238000398

article 238000399

article 238000400

article 238000401

article 238000402

article 238000403

article 238000404

article 238000405

article 238000406

article 238000407

article 238000408

article 238000409

article 238000410

sumbar-238000336

sumbar-238000337

sumbar-238000338

sumbar-238000339

sumbar-238000340

sumbar-238000341

sumbar-238000342

sumbar-238000343

sumbar-238000344

sumbar-238000345

sumbar-238000346

sumbar-238000347

sumbar-238000348

sumbar-238000349

sumbar-238000350

sumbar-238000351

sumbar-238000352

sumbar-238000353

sumbar-238000354

sumbar-238000355

sumbar-238000356

sumbar-238000357

sumbar-238000358

sumbar-238000359

sumbar-238000360

sumbar-238000361

sumbar-238000362

sumbar-238000363

sumbar-238000364

sumbar-238000365

sumbar-238000366

sumbar-238000367

sumbar-238000368

sumbar-238000369

sumbar-238000370

sumbar-238000371

sumbar-238000372

sumbar-238000373

sumbar-238000374

sumbar-238000375

sumbar-238000376

sumbar-238000377

sumbar-238000378

sumbar-238000379

sumbar-238000380

sumbar-238000381

sumbar-238000382

sumbar-238000383

sumbar-238000384

sumbar-238000385

sumbar-238000386

sumbar-238000387

sumbar-238000388

sumbar-238000389

sumbar-238000390

sumbar-238000391

sumbar-238000392

sumbar-238000393

sumbar-238000394

sumbar-238000395

sumbar-238000396

sumbar-238000397

sumbar-238000398

sumbar-238000399

sumbar-238000400

news-1701