Aktivitas Pelabuhan Lok Tuan, Bontang. (Dok Pranala.co)BONTANG – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) cabang Bontang merilis jadwal resmi kedatangan dan keberangkatan kapal penumpang selama April 2026. Dua kapal utama, KM Binaiya dan KM Egon, siap melayani berbagai rute penting antarwilayah Indonesia dari Pelabuhan Bontang.
Staf Operasional PT Pelni Cabang Bontang, Tri Nurdiansyah, menyampaikan bahwa penjadwalan telah disusun untuk memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan.
“Penumpang diharapkan sudah berada di pelabuhan sebelum waktu keberangkatan agar proses boarding berjalan lancar,” ujarnya kepada Pranala.co, Rabu (8/4/2026).
KM Binaiya membuka jadwal operasional bulan ini dengan kedatangan Rabu, 8 April 2026 pukul 03.00 WITA dan keberangkatan pukul 06.00 WITA. Kapal ini melayani rute panjang meliputi Pare-Pare, Makassar, Labuan Bajo, Bima, hingga Benoa.
KM Egon menyusul dengan jadwal Sabtu, 11 April 2026, tiba pukul 03.00 WITA dan berangkat pukul 09.00 WITA menuju Pare-Pare. Kapal yang sama kembali bersandar Senin, 13 April 2026 pukul 15.00 WITA dengan keberangkatan pukul 17.00 WITA. Rute kali ini lebih luas, mencakup Pare-Pare, Batulicin, Surabaya, Lembar, hingga Waingapu.
Memasuki minggu terakhir April, frekuensi kedatangan kapal meningkat untuk mengakomodasi lonjakan permintaan.
KM Binaiya dijadwalkan tiba Jumat, 24 April 2026 pukul 04.00 WITA dan berangkat pukul 07.00 WITA menuju Pare-Pare. Sehari berselang, KM Egon tiba Sabtu, 25 April 2026 pukul 02.00 WITA dengan keberangkatan pukul 08.00 WITA ke tujuan serupa.
Jadwal padat berlanjut dengan KM Binaiya yang kembali tiba Minggu, 26 April 2026 pukul 18.00 WITA dan berangkat pukul 22.00 WITA. Rute kali ini mencakup Awerange, Makassar, Labuan Bajo, Bima, hingga Benoa.
Menutup jadwal April, KM Egon tiba Senin, 27 April 2026 pukul 14.00 WITA dan berangkat pukul 16.00 WITA menuju Pare-Pare, Batulicin, Surabaya, Lembar, dan Waingapu.
Imbauan untuk Penumpang
Tri Nurdiansyah mengimbau masyarakat untuk memperhatikan jadwal keberangkatan dengan cermat dan datang lebih awal ke pelabuhan. Langkah ini untuk mengantisipasi antrean panjang maupun kemungkinan perubahan teknis di lapangan. (IR)
Tidak ada komentar