

SAMARINDA – Masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim) diminta mewaspadai potensi hujan dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Timur pada periode 11–20 Maret 2026, yang menunjukkan sebagian besar daerah masih berpotensi mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menjelaskan secara umum wilayah Provinsi Kalimantan Timur diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah, dengan kisaran 50–150 milimeter dan peluang hujan lebih dari 90 persen.
“Sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah dengan peluang hujan lebih dari 90 persen,” ujar Riza dalam keterangan resminya di Samarinda, Rabu (11/3/2026).
Meski sebagian besar wilayah didominasi hujan menengah, BMKG mencatat sebagian kecil wilayah di pesisir timur Kalimantan Timur diperkirakan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 milimeter, dengan peluang hujan sekitar 50–60 persen.
Kondisi ini terutama terjadi di sejumlah kawasan pesisir timur yang diperkirakan tidak menerima intensitas hujan setinggi wilayah lainnya.
BMKG juga memprediksi beberapa wilayah akan mengalami curah hujan lebih tinggi dibanding daerah lain. Salah satunya berada di wilayah utara Kabupaten Kutai Barat yang diperkirakan mengalami curah hujan kategori tinggi, dengan kisaran 150–200 milimeter.
Secara umum, sifat hujan di Kalimantan Timur masih berada dalam kategori normal, yakni berkisar 85–115 persen dari kondisi rata-rata klimatologis.
Namun, beberapa wilayah diprediksi mengalami sifat hujan di atas normal, dengan kisaran 116–200 persen. Daerah tersebut antara lain meliputi sebagian wilayah Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Mahakam Ulu, serta Kabupaten Berau.
Dalam catatan BMKG, wilayah Kalimantan Timur pada periode ini memiliki variasi curah hujan yang cukup luas, mulai dari kategori rendah (0–50 mm) hingga sangat tinggi (lebih dari 300 mm).
Wilayah dengan curah hujan tertinggi tercatat di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, dengan jumlah curah hujan mencapai 313 milimeter.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah yang diprediksi mengalami intensitas hujan tinggi. Kondisi ini berpotensi memicu genangan air, banjir, maupun gangguan aktivitas masyarakat di sejumlah daerah. (RED)
Tidak ada komentar