Portal Satu Data Kutim Diperkuat, Ronny Bonar Soroti Kualitas Data OPD

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
17 Sep 2026 22:05
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Diskominfo Staper Kutai Timur memperkuat Portal Satu Data melalui bimbingan teknis bagi operator perangkat daerah. Pemerintah menargetkan data pembangunan tersedia lebih akurat, mutakhir, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan ketika digunakan untuk menyusun kebijakan.

Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar H. Siburian mengatakan transformasi digital membuat pengambilan keputusan tidak lagi cukup bertumpu pada asumsi. Pemerintah membutuhkan data yang memiliki definisi jelas, sumber yang dapat diverifikasi, serta diperbarui secara konsisten oleh masing-masing OPD.

“Data bukan sekadar angka, melainkan representasi arah kebijakan dan masa depan Kutai Timur. Selama ini tantangan terbesar yang kita hadapi adalah data yang tersebar di berbagai perangkat daerah, perbedaan format, serta belum terintegrasi secara sistematis,” ujar Ronny.

Menurutnya, perbedaan format dan keterlambatan pembaruan dapat menyulitkan akses informasi serta memunculkan angka yang tidak sama antarinstansi. Karena itu, Satu Data diarahkan menjadi rujukan bersama untuk perencanaan, pelayanan publik, evaluasi, dan pengendalian pembangunan.

“Melalui Portal Satu Data Kutai Timur, diharapkan data dapat diakses dengan cepat, mudah, terintegrasi, dan memiliki kualitas yang terjamin. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh birokrasi, tetapi juga langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Kepala Bidang Statistik Diskominfo Staper Kutim Hasanuddin menambahkan kebutuhan terhadap data berkualitas terus meningkat. Pada 2025, capaian portal telah mencapai 77,1 persen atau 3.545 indikator dari target 4.603 indikator.

Forum Satu Data sebelumnya juga menyepakati 3.870 indikator yang perlu dipenuhi. Diskominfo akan terus memperbaiki sistem dan tata kelola agar portal dapat menjadi sarana integrasi, dokumentasi, serta diseminasi data daerah.

Hasanuddin menilai peran operator menjadi penentu karena sistem tidak akan bermanfaat apabila data jarang diperbarui.

Bimtek diikuti operator perangkat daerah dan menghadirkan Widiantono dari BPS Kutim serta Eko Junirianto, Hadi Firmansyah, dan Aco Wahyudi dari CV Bisof Research and Teknologi. Materi diarahkan pada pengelolaan portal, konsistensi indikator, serta kualitas data sektoral.

“Partisipasi aktif seluruh operator sangat diperlukan untuk memastikan data yang dihimpun dalam Portal Satu Data Kutai Timur terus meningkat, baik dari sisi jumlah maupun kualitas,” ujarnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }