Rapat dipimpin langsung Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Bontang Sony Suwito Adicahyono yang mewakili Wali Kota Bontang, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda, camat, dan lurah.BONTANG – Pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Kota Bontang terus dievaluasi dan disempurnakan. Pemerintah bersama berbagai unsur terkait menyiapkan sejumlah langkah pembenahan agar kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang rekreasi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam evaluasi, mulai dari kebersihan kawasan, kelancaran arus lalu lintas, ketersediaan kantong parkir, hingga kesiapan layanan kesehatan dan keamanan.
Salah satu kebijakan yang disepakati yakni pembatasan waktu operasional pedagang. Aktivitas perdagangan UMKM di kawasan CFN ditetapkan berakhir paling lambat pukul 23.00 Wita.
Aturan tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus memberikan waktu yang cukup bagi petugas untuk melakukan pembersihan kawasan setelah seluruh aktivitas perdagangan berakhir.
Tak hanya soal jam operasional, pedagang juga diminta bertanggung jawab terhadap kebersihan di sekitar lapaknya masing-masing. Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menentukan keberlanjutan izin berdagang pada pelaksanaan CFN berikutnya.
Persoalan sampah yang sebelumnya sempat menjadi perhatian, terutama karena minimnya tempat pembuangan sampah dan sampah yang terbawa angin, kini mulai diantisipasi dengan penambahan personel kebersihan.
Petugas akan langsung bergerak setelah kegiatan selesai sehingga kawasan CFN diharapkan sudah kembali bersih pada malam yang sama.
Dari sisi lalu lintas, pengaturan arus kendaraan juga menjadi perhatian. Tim lapangan akan terus mengevaluasi efektivitas rekayasa lalu lintas, termasuk opsi penerapan sistem satu arah apabila kondisi di lapangan membutuhkan kebijakan tersebut.
Sementara itu, persoalan parkir diantisipasi dengan memaksimalkan sejumlah kantong parkir yang tersedia. Pemerintah melalui kelurahan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengoptimalkan lahan parkir yang dapat digunakan pengunjung.
Beberapa lokasi yang disiapkan di antaranya kawasan Bank Kaltimtara, BRI, dan SD 002.
Tidak hanya kenyamanan, aspek keselamatan pengunjung juga menjadi bagian penting dalam pembenahan CFN. Dinas Kesehatan disiagakan dengan dukungan ambulans dan posko kesehatan.
Unit pemadam kebakaran juga ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan arah Ramayana dan BRI, sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi darurat.
Rangkaian pelaksanaan CFN sendiri direncanakan berlangsung hingga minggu keempat. Selanjutnya, memasuki minggu kelima yang bertepatan dengan momentum transisi 31 Oktober menuju 1 November, kawasan depan Markas Kodim 0908/Bontang akan diisi kegiatan Bontang Bershalawat dalam rangka memperingati HUT TNI dan HUT Kota Bontang.
Berbagai pembenahan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Car Free Night dan Rencana Aksi Optimalisasi yang berlangsung di Ruang Command Center Kodim 0908/Bontang, Rabu (7/10/2026).
Rapat dipimpin langsung Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Bontang Sony Suwito Adicahyono yang mewakili Wali Kota Bontang, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda, camat, dan lurah.
Dalam rapat tersebut, Sony menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk terus memberikan ruang dan fasilitasi bagi pelaku UMKM serta industri kreatif.
Menurutnya, pengembangan kegiatan seperti CFN tidak harus berhenti di satu lokasi. Pemerintah juga membuka peluang untuk mengembangkan kegiatan serupa di kawasan lain yang memiliki potensi ekonomi maupun pariwisata.
Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan. CFN akan diarahkan untuk dapat terintegrasi dengan berbagai agenda olahraga, pariwisata, hingga kegiatan keagamaan.
Konsep tersebut dinilai dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas umum sekaligus menciptakan ruang ekonomi baru bagi masyarakat.
Pengembangan kawasan wisata berbasis komunitas juga menjadi salah satu referensi. Pemerintah melihat konsep penataan Kayutangan Heritage di Malang sebagai salah satu contoh bahwa kawasan permukiman yang tertata, bersih, dan dikelola secara konsisten dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik.
Dengan evaluasi dan kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemkot Bontang berharap pelaksanaan CFN semakin tertib dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Selain mendukung rangkaian kegiatan menyambut hari jadi Kota Bontang, CFN diharapkan mampu menjadi ruang publik yang nyaman sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Pada akhirnya, pembenahan CFN bukan sekadar soal menata pedagang atau mengatur lalu lintas. Lebih jauh, kegiatan ini diarahkan menjadi bagian dari upaya membangun wajah Bontang sebagai kota yang tertib, nyaman, produktif, sekaligus memiliki ruang ekonomi dan wisata berbasis masyarakat. (*)
Tidak ada komentar