Pemkot Bontang Perkuat Layanan Adminduk, Kelompok Rentan Diminta Tak Terlewat

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
29 Jul 2026 15:32
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Pemkot Bontang memperkuat pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) agar semakin mudah dijangkau seluruh masyarakat, terutama warga yang memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan.

Upaya tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) dan Sosialisasi Kebijakan Administrasi Kependudukan 2026 yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu (29/7/2026).

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan pelayanan adminduk perlu terus menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Selain layanan langsung, pemanfaatan teknologi dan pola jemput bola menjadi bagian dari upaya memperluas akses.

“Jangan sampai ada warga yang kesulitan hanya karena akses,” ujar Agus.

Penguatan layanan juga mencakup pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta penyampaian informasi melalui kanal yang mudah dijangkau masyarakat. Sementara kelompok rentan menjadi salah satu sasaran yang perlu mendapat perhatian lebih dalam pelayanan.

Menurut Agus, forum konsultasi publik menjadi ruang untuk melihat pelayanan dari sisi masyarakat. Kritik, pengalaman, dan saran pengguna layanan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

“Masukan masyarakat penting untuk melihat apa yang masih perlu dibenahi,” terangnya.

Pemkot Bontang juga mendorong RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, organisasi hingga media ikut membantu menyebarkan informasi terkait administrasi kependudukan. Peran tersebut diharapkan membuat informasi layanan lebih cepat sampai ke masyarakat.

Di sisi lain, kelengkapan dan akurasi data kependudukan tetap menjadi perhatian karena berkaitan dengan berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, bantuan sosial dan layanan publik lainnya.

“Yang kita kejar bukan hanya datanya lengkap, tetapi masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan yang mudah,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }