Pertemuan yang sarat makna ini menjadi pembuktian nyata bahwa di bawah tata kelola Pemkot Bontang, proyek strategis nasional dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan publik, menjadikan Bontang sebagai percontohan ideal kota industri yang ramah dan berdayaBONTANG – Pemerintah Kota Bontang mendorong penguatan sinergi dengan sektor hulu dan hilir minyak dan gas (migas) untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi sekaligus memperluas manfaat industri bagi masyarakat.
Hal itu dibahas dalam agenda Silaturahmi dan Koordinasi Pemkot Bontang bersama SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul) dan PT Badak NGL di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (25/9/2026).
Mewakili Wali Kota Bontang, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bontang Akhmad Suharto mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menjaga komunikasi dan kerja sama dengan pelaku industri migas.
Menurutnya, keberadaan industri strategis di Bontang diharapkan tidak hanya menopang aktivitas produksi, tetapi juga memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pengembangan Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga.
Akhmad mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 18.436 Sambungan Rumah (SR) telah terpasang dan melayani masyarakat di 14 kelurahan sejak 2011.
Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah. Melalui dukungan anggaran APBN periode 2025/2026, Pemkot Bontang menargetkan tambahan 11.553 SR.
Jika terealisasi, total sambungan jargas di Kota Bontang akan mendekati 30 ribu sambungan rumah.
Di tengah perluasan jaringan tersebut, Pemkot Bontang juga meminta kepastian keberlanjutan pasokan gas agar layanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.
“Ke depan kami berharap dukungan, kerja sama maupun pendampingan sehingga sinergi yang telah terbangun dapat terus berjalan. Kami berkomitmen menjalankan tanggung jawab dan menjaga kerja sama ini,” ujar Akhmad Suharto.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus membuka ruang koordinasi dengan pemangku kepentingan sektor migas, termasuk dalam mendukung kelancaran operasional industri.
Dukungan Pemkot Bontang terhadap keberlangsungan industri migas mendapat apresiasi dari Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, Haryanto Safri.
Ia menilai komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, SKK Migas, serta pelaku industri diperlukan untuk menjaga kegiatan operasional tetap berjalan aman dan efisien.
Sementara itu, Vice President Production PT Badak NGL, Johan Anindito, memaparkan perkembangan persiapan peningkatan kapasitas kilang.
Menurutnya, PT Badak NGL saat ini melakukan inspeksi dan rekondisi terhadap sejumlah peralatan teknis sebagai bagian dari persiapan untuk meningkatkan kapasitas operasi menjadi empat train pada akhir 2028.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasional fasilitas pengolahan gas di Bontang.
Bagi Pemkot Bontang, penguatan sektor migas dan perluasan akses energi rumah tangga merupakan dua agenda yang perlu berjalan beriringan.
Pemerintah daerah berharap keberadaan industri migas tetap memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi daerah sekaligus memperluas manfaat energi bagi masyarakat. (*)
Tidak ada komentar