Senin, 04 Mei 2026

Mantan Rektor dan Dosen Unijaya Tagih Penunggakan Gaji ke Yayasan, Bakal Gugat Pengangkatan Rektor Baru ke Pengadilan

Admin
20 Jan 2024 09:54
4 menit membaca

BONTANG – Permasalahan internal di lingkungan Universitas Trunajaya (Unijaya) Bontang kembali mencuat ke publik. Mantan Rektor Universitas Trunajaya (Unijaya) Bontang, Bilher Hutahaean bersama dengan empat dosen lainnya, menagih pembayaran gaji mereka yang sudah tertunggak selama kurun waktu setahun hingga lima tahun terakhir.

Empat dosen yang dimaksud yakni Raidon Hutahaean yang juga menjabat sebagai mantan Wakil Rektor I, Martopan Abdullah sebagai mantan Wakil Rektor II, Bachnur Effendi sebagai mantan Wakil Rektor III, serta Rosianton Herlambang sebagai salah satu Dosen di Fakultas Hukum.

Bilher menyebut, jika ditotal dari lima nama dosen tersebut, nilai tunggakan mencapai lebih dari Rp 200 juta dengan nominal yang berbeda-beda. Pihaknya mengaku, sudah mencoba menyurati pihak yayasan (Yayasan Pendidikan Miliana) sebagai pihak yang mengelola seluruh keuangan di kampus, namun hingga kini tidak mendapatkan jawaban.

“Itu baru kami berlima. Belum dosen-dosen yang lain. Termasuk tenaga administrasi dan kebersihan. Kalau itu dikumpulkan semua, nilainya bisa sampai satu miliar lebih. Namun karena tidak dikuasakan ke kami, jadi yang menuntut hanya kami berlima,” kata Bilher saat menggelar konferensi pers di salah satu kafe di bilangan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Jumat (19/1/2024).

Pihaknya juga sudah berupaya melakukan mediasi Bipatrit selama dua kali, namun pihak yayasan selalu tidak pernah hadir. Untuk itu pihaknya memutuskan melaporkan hal ini ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), dan saat ini sengketa itu masih terus berproses.

Selain menuntut haknya, kelima dosen tersebut juga mempertanyakan pengangkatan rektor dan dekan baru di Unijaya. Bila mengacu pada statuta yang dibuat Yayasan Pendidikan Miliana (Unijaya), kata Bilher, maka mekanisme tersebut tidak sah. Sebab terdapat beberapa hal yang dilanggar. Di antaranya tidak melibatkan rektor dan wakil rektor dalam proses pengangkatannya. Bahkan tidak ada proses serah terima jabatan (sertijab) yang dilakukan antara rektor lama dengan rektor baru.

“Bahkan ada dosen yang sudah mengundurkan diri, justru jadi dekan. Statusnya juga bukan sebagai dosen tetap. Padahal untuk jadi dekan harus sebagai dosen tetap (memiliki Nomor Induk Dosen Nasional). Batas usianya juga sudah lewat, di atas 60 tahun. Senat-senat juga tidak dilibatkan dalam proses pengangkatan,” bebernya.

Dengan adanya mekanisme pengangkatan yang tidak sesuai aturan tersebut, dinilai bisa berdampak pada keabsahan ijazah mahasiswa. Apalagi saat ini, sebut Bilher, nama yang masih tercatat sebagai Rektor Unijaya di laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) adalah dirinya. Sehingga yang seharusnya berhak mengeluarkan ijazah adalah dirinya, bukan rektor yang baru diangkat.

Bilher bersama empat dosen lainnya, juga berupaya meminta Surat Keputusan (SK) pengangkatan rektor dan denat baru kepada yayasan. Namun hingga kini surat permintaan tersebut tak kunjung ditanggapi alias tidak pernah diberikan. Untuk itu, pihaknya telah mengajukan gugatan ke Komisi Informasi Provinsi Kaltim di Samarinda. Tujuannya memaksa yayasan memberikan SK tersebut. Jika pihaknya berhasil mendapatkan SK itu, sambung Bilher, langkah selanjutnya yang akan ditempuh yakni mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum untuk membatalkan SK Rektor dan Dekan yang baru ke Pengadilan Negeri (PN) Bontang.

“Rencananya Selasa (23/1/2023) besok kami akan mengikuti sidang kedua di Samarinda,” terang Bilher.

PUNGUTAN TAMBAHAN DINILAI BERPOTENSI PUNGLI

Dampak dari adanya pergantian rektor dan dekan di tubuh Unijaya, dinilai Bilher dan kawan-kawan, menimbulkan kesimpangsiuran dalam hal administrasi pembayaran mahasiswa. Bilher menyampaikan, semasa dirinya menjabat sebagai Rektor Unijaya, telah dilakukan pembayaran pelunasan kepada mahasiswa semester akhir untuk biaya yudisium, ijazah, dan wisuda senilai Rp 8 juta. Namun belakangan diketahui, di masa kepemimpinan rektor yang baru, mahasiswa dimintai kembali biaya Rp 2 juta untuk keperluan hal yang sama. Ancamannya bila tidak melunasi, maka ijazah akan ditahan.

“Harusnya jangan sampai mahasiswa diberatkan lagi. Ini ada mengarah ke pungli (pungutan liar). Yang jelas hal ini akan kami konsultasikan ke Aparat Penegak Hukum. Kalau terbukti pungli, maka uang itu harus dikembalikan ke mahasiwa,” sebut Rosianton menambahkan.

Dikonfirmasi terpisah, Rektor Unijaya, Yophie Turang, memilih hemat bicara menanggapi hal ini. Prinsipnya, kata dia, kejadian ini telah berproses baik di Ombudsman maupun Komisi Informasi, sehingga tidak perlu lagi melibatkan dirinya dalam . Terkait proses pengangkatannya menjadi rektor, dirinya pun juga menyebut hal itu sudah sesuai statuta.

“Silahkan saja kalau mereka mempertanyakan itu. Urgensi mereka apa, jangan hanya mengada-ada,” jawabnya.

Ditanya soal adanya pungutan tambahan, Yophie menjelaskan jika hal itu merupakan kebijakan di masa kepemimpinannya. Hal itu pun dilakukan dengan pertimbangan yang mendasar.

“Justru permasalahan itu (pungutan ke mahasiswa) sebenarnya muncul di zaman mereka (Bilher). Kenapa saat itu tidak diselesaikan oleh mereka,” tutupnya singkat.

Redaksi berupaya mengonfirmasi ke pihak Yayasan Pendidikan Miliana, Cely. Namun beberapa kali ditelepon, tak diangkat. Pesan singkat pun dikirim sekira pukul 14.49 Wita melalui aplikasi Whatsapp, namun juga tidak mendapatkan respon. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 710000011

article 710000012

article 710000013

article 710000014

article 710000015

article 710000016

article 710000017

article 710000018

article 710000019

article 710000020

article 710000021

article 710000022

article 710000023

article 710000024

article 710000025

article 710000026

article 710000027

article 710000028

article 710000029

article 710000030

article 710000031

article 710000032

article 710000033

article 710000034

article 710000035

article 710000036

article 710000037

article 710000038

article 710000039

article 710000040

article 710000041

article 710000042

article 710000043

article 710000044

article 710000045

article 710000046

article 710000047

article 710000048

article 710000049

article 710000050

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

kasus 898100001

kasus 898100002

kasus 898100003

kasus 898100004

kasus 898100005

kasus 898100006

kasus 898100007

kasus 898100008

kasus 898100009

kasus 898100010

kasus 898100011

kasus 898100012

kasus 898100013

kasus 898100014

kasus 898100015

kasus 898100016

kasus 898100017

kasus 898100018

kasus 898100019

kasus 898100020

kasus 898100021

kasus 898100022

kasus 898100023

kasus 898100024

kasus 898100025

kasus 898100026

kasus 898100027

kasus 898100028

kasus 898100029

kasus 898100030

kasus 898100031

kasus 898100032

kasus 898100033

kasus 898100034

kasus 898100035

kasus 898100036

kasus 898100037

kasus 898100038

kasus 898100039

kasus 898100040

cuaca 898100001

cuaca 898100002

cuaca 898100003

cuaca 898100004

cuaca 898100005

cuaca 898100006

cuaca 898100007

cuaca 898100008

cuaca 898100009

cuaca 898100010

cuaca 898100011

cuaca 898100012

cuaca 898100013

cuaca 898100014

cuaca 898100015

cuaca 898100016

cuaca 898100017

cuaca 898100018

cuaca 898100019

cuaca 898100020

cuaca 898100021

cuaca 898100022

cuaca 898100023

cuaca 898100024

cuaca 898100025

cuaca 898100026

cuaca 898100027

cuaca 898100028

cuaca 898100029

cuaca 898100030

cuaca 898100031

cuaca 898100032

cuaca 898100033

cuaca 898100034

cuaca 898100035

cuaca 898100036

cuaca 898100037

cuaca 898100038

cuaca 898100039

cuaca 898100040

article 868000011

article 868000012

article 868000013

article 868000014

article 868000015

article 868000016

article 868000017

article 868000018

article 868000019

article 868000020

article 868100021

article 868100022

article 868100023

article 868100024

article 868100025

article 868100026

article 868100027

article 868100028

article 868100029

article 868100030

article 868100031

article 868100032

article 868100033

article 868100034

article 868100035

article 868100036

article 868100037

article 868100038

article 868100039

article 868100040

article 868100041

article 868100042

article 868100043

article 868100044

article 868100045

article 868100046

article 868100047

article 868100048

article 868100049

article 868100050

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

article 878000011

article 878000012

article 878000013

article 878000014

article 878000015

article 878000016

article 878000017

article 878000018

article 878000019

article 878000020

article 878800021

article 878800022

article 878800023

article 878800024

article 878800025

article 878800026

article 878800027

article 878800028

article 878800029

article 878800030

article 878800031

article 878800032

article 878800033

article 878800034

article 878800035

article 878800036

article 878800037

article 878800038

article 878800039

article 878800040

article 888000031

article 888000032

article 888000033

article 888000034

article 888000035

article 888000036

article 888000037

article 888000038

article 888000039

article 888000040

article 888000041

article 888000042

article 888000043

article 888000044

article 888000045

article 888000046

article 888000047

article 888000048

article 888000049

article 888000050

article 888000051

article 888000052

article 888000053

article 888000054

article 888000055

article 888000056

article 888000057

article 888000058

article 888000059

article 888000060

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 328000601

article 328000602

article 328000603

article 328000604

article 328000605

article 328000606

article 328000607

article 328000608

article 328000609

article 328000610

article 328000611

article 328000612

article 328000613

article 328000614

article 328000615

article 328000616

article 328000617

article 328000618

article 328000619

article 328000620

article 328000621

article 328000622

article 328000623

article 328000624

article 328000625

article 328000626

article 328000627

article 328000628

article 328000629

article 328000630

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 999990001

article 999990002

article 999990003

article 999990004

article 999990005

article 999990006

article 999990007

article 999990008

article 999990009

article 999990010

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

news-1701