BPBD dan Nelayan Bersinergi Evakuasi 25 Penumpang Kapal Karam di Perairan Bontang

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
11 Agu 2026 17:44
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Upaya evakuasi kecelakaan laut di perairan Bontang melibatkan lebih dari satu unsur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang bersama dua kapal nelayan berhasil mengevakuasi seluruh 25 penumpang kapal yang karam pada Selasa (11/8/2026).

Laporan kejadian diterima BPBD sekitar pukul 15.39 Wita. Tim kemudian bergerak menggunakan speedboat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ismail mengatakan, kondisi di lapangan membutuhkan dukungan kapal lain agar seluruh penumpang dapat dipindahkan dari kapal yang karam.

“Evakuasi dilakukan bersama-sama. Tim BPBD bergerak menggunakan speedboat dan mendapat bantuan dua kapal nelayan untuk membawa seluruh penumpang menuju tempat yang aman,” ujar Ismail.

Kapal tersebut sebelumnya diketahui berupaya membantu sebuah kapal tour guide yang mengalami kerusakan mesin. Setelah seluruh penumpang berhasil diangkut, kapal kemudian bergerak kembali menuju Pelabuhan Bontang Kuala.

Namun, dalam perjalanan kapal dihantam ombak besar hingga air masuk ke dalam badan kapal. Awak kapal kemudian membawa kapal ke perairan yang lebih dangkal, tetapi kondisi kapal tidak lagi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan hingga akhirnya karam.

Seluruh penumpang yang dievakuasi diketahui berasal dari Kota Samarinda. Setelah berhasil dievakuasi, 21 orang dalam kondisi sehat. Sementara empat penumpang lainnya mengalami syok dan kemudian dibawa ke RS Amalia menggunakan mobil komando BPBD serta ambulans rescue Damkar.

Ismail menyebut keterlibatan masyarakat, khususnya nelayan yang berada di sekitar lokasi, turut membantu mempercepat proses evakuasi. Dalam penanganan tersebut, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

“Dalam kondisi seperti ini, dukungan dari masyarakat di sekitar lokasi sangat membantu proses penyelamatan. Yang terpenting seluruh penumpang dapat dievakuasi dan dibawa ke tempat yang aman,” katanya.

Dokumentasi BPBD memperlihatkan proses pemindahan penumpang dari kapal ke perahu serta penanganan sejumlah penumpang setelah tiba di daratan.

BPBD mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di perairan untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan selama perjalanan. Koordinasi dengan petugas juga diperlukan apabila terjadi kondisi darurat di laut.

“Ketika terjadi keadaan darurat di perairan, segera sampaikan informasi kepada petugas agar proses pertolongan bisa dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }