
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kusuma.BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan serius ingin membawa produk-produk lokal menembus pasar dunia. Melalui pembentukan export center, sebanyak 25 UMKM binaan disiapkan untuk naik kelas ke level internasional.
Langkah ini digerakkan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan.
“Kami sedang membentuk pelaku industri kecil menengah (IKM) dengan produk ekspor unggulan. Pelaksanaan ekspornya nanti akan ditangani oleh Dinas Perdagangan,” ujar Kepala DKUMKMP, Heruressandy Kusuma, Kamis (7/8/2025).
Export center ini terletak di Galeri UMKM Kalimantan Timur, Balikpapan. Tempat ini akan menjadi etalase produk-produk terbaik yang sudah memenuhi standar ekspor.
Saat ini, sebagian besar produk UMKM Balikpapan masih didominasi sektor olahan pangan serta kelautan dan perikanan. Beberapa di antaranya bahkan sudah berhasil ekspor ke luar negeri, seperti ikan dan udang segar.
Namun, Heru mengingatkan pentingnya diversifikasi. Ia menyoroti peluang besar di sektor kerajinan tangan, wastra batik, dan ukiran khas Kalimantan Timur.
“Kami ingin mendorong sektor lain agar tidak hanya terpaku pada pangan. Produk kerajinan lokal juga punya potensi besar, apalagi kalau dikemas secara inovatif,” ujarnya.
Meski jumlah UMKM di Balikpapan kini mencapai lebih dari 87.000 unit, tantangan tetap ada. Menurut Heru, minimnya inovasi jadi salah satu hambatan utama.
“Kerajinan kita rata-rata masih mirip satu sama lain. Harus ada sentuhan kreatif agar produk bisa tampil beda dan menarik minat pasar luar,” ucapnya.
DKUMKMP sendiri saat ini mengelola dua sentra industri kecil, yakni di kawasan Tritip dan Somber. Keduanya berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan produk lokal berbasis potensi daerah.
Lewat pembinaan intensif, Pemkot Balikpapan ingin menjadikan UMKM lokal sebagai pemain utama dalam ekspor non-migas. Tak hanya soal kuantitas, tapi juga kualitas produk yang disesuaikan dengan selera pasar global.
Dengan keberadaan export center, serta dukungan dari pemerintah daerah, peluang produk-produk asli Balikpapan untuk tampil di pasar internasional kini terbuka lebar. [SR]
Tidak ada komentar