Kamis, 07 Mei 2026

Menulusuri Pencarian Minyak di Kutai Kartanegara

Suriadi Said
7 Apr 2021 13:17
6 menit membaca

JACOBUS Hubertus Menten (Kutai Kartanegara) seorang pensiunan Dinas Pertambangan Belanda. Dia pernah bekerja di Kalimantan Timur, Buitenzorg (sekarang Bogor), dan Sumatra (1860—1882). Dia bisa saja kembali ke negerinya menikmati masa pensiun, tetapi minyak Kalimantan Timur membuatnya penasaran sehingga harus tinggal lebih lama di koloni.

Menten menemukan minyak ketika dia bertugas sebagai manajer tambang batubara milik pemerintah kolonial Hindia Belanda di Palaran, Kalimantan Timur, pada 1863. Minyak itu tersimpan di dekat Sanga-Sanga, muara sungai Mahakam, tak  jauh dari tambang batubara (sekarang wilayah ini menjadi bagian dari Kabupaten Kutai Kartanegara).

Menten belum bisa mengeksplorasi simpanan minyak lebih dalam. Dia terikat dengan kerja utamanya: mengeksplorasi dan mengeksploitasi batu bara. Tapi dari batubara, dia bisa mengenal penguasa Kutai, Sultan Aji Sulaiman.

“Ia mempunyai hubungan yang bersahabat dengan Sultan Sulaiman Kutai,” catat Thomas Lindblad dalam Antara Dayak dan Belanda : Sejarah Ekonomi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan 1880—1942.

Kemudian Menten pindah tugas ke Buitenzorg dan Sumatra untuk beberapa lama. Dia kembali ke Kalimantan Timur pada 1882. Dia datang sebagai pensiunan sekaligus pengusaha swasta (Oost Borneo Maastchappij) di bidang batubara.

Menten juga berupaya mengeksplorasi ulang minyak temuannya 20 tahun lampau. Dia berhasil menemukan dua wilayah sumber minyak.

Hubungan baik Menten dengan Sultan Aji membantunya mengantongi izin konsesi eksplorasi minyak pada 29 Agustus 1888. Dia menamai wilayah konsesinya mengikuti nama panggilan anaknya: Louise (Sanga-Sanga) dan Mathilde (sekarang di sekitar Teluk Balikpapan).

Pemerintah kolonial Belanda juga membolehkan Menten mengeksplorasi minyak di wilayah tersebut untuk jangka waktu 75 tahun sejak 30 Juni 1891. Secara hukum, eksplorasi Menten sebagai pengusaha swasta ditunjang penuh oleh Ordonansi Pertambangan 1873.

“Ordonansi ini mencerminkan perhatian lebih besar pemerintah kolonial dalam pemberian izin penelitian mineral dan tambang. Di samping juga menetapkan siapa yang berhak mengeksploitasinya secara komersial,” ungkap Agus Setiawan dalam The Political and Economic Relationship of American Dutch Colonial Administration in Southeast Asia, disertasi pada School of Humanities and Social Sciences (SHSS), Jerman, 2014

Perubahan Situasi

Ita Syamtasiyah Ahyat dalam Politik Ekonomi Kerajaan Kutai dalam Perluasan Kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda, menyebut masa itu eksplorasi swasta di bidang pertambangan bertunjang pada tiga hal: pemerintah kolonial, penguasa setempat, dan perundangan. Ketiganya saling berhubungan.

Sebermula pemerintah kolonial tidak leluasa mengeksplorasi wilayah Kutai. Di sini ada Kesultanan Kutai. Mereka pemilik sah tanah dan kekayaan alam lainnya seperti hutan dan sungai.

Pemerintah kolonial membangun hubungan politik dan mengadakan perjanjian ekonomi dengan Kesultanan Kutai. Tujuannya mencegah Kesultanan Kutai bekerja sama dengan Inggris.

Keberadaan Inggris di wilayah utara Kalimantan mengkhawatirkan pemerintah kolonial. Mereka sewaktu-waktu akan memperluas wilayahnya ke selatan dan timur Kalimantan. Hubungan pemerintah kolonial dengan Kutai akan melemahkan kemungkinan tersebut.

Dari istana Kesultanan Kutai, kehadiran pemerintah kolonial dipandang sebagai penjamin keamanan dan salah satu sumber ekonomi Kesultanan. Mereka menyepakati serangkaian perjanjian dengan pemerintah kolonial serentang 1825-1882. Melalui perjanjian itulah, wilayah Kutai terbuka bagi pemerintah kolonial.

Perubahan politik di negeri Belanda pada 1860-an menempatkan golongan liberal sebagai motor utama parlemen. Mereka mendesak pemerintah kolonial mengakhiri dominasi negara dalam bidang ekonomi, menghentikan masa tanam paksa (bermula pada 1830), dan membuka koloni untuk investasi swasta di sektor selain perkebunan pada 1870.

Pencarian sumber pendapatan baru negeri induk mendorong ilmuwan-ilmuwan dari negeri Belanda berdatangan ke Kutai. Mereka bekerja meneliti kandungan alam Kutai secara independen, tetapi dana dan logistik mereka berasal dari pemerintah negeri induk.

Kebutuhan ilmuwan dan pemerintah saling berkelindan. Ilmuwan butuh dana untuk memuaskan rasa ingin tahunya terhadap alam Kalimantan, sedangkan pemerintah kolonial perlu laporan ilmuwan demi keuntungan ekonomi.

Batubara dan minyak merupakan komoditas menguntungkan di pasaran dunia. Seiring perkembangan teknologi dan industri, batubara dan minyak menjelma kebutuhan sehari-hari masyarakat di Eropa dan Amerika Serikat.

Kapal laut bergerak dengan tenaga uap. Uap berasal dari pembakaran batubara. Lampu menyala lebih lama dan terang menggunakan minyak. Minyak laku di mana-mana sebagai bahan utama untuk menyalakan lampu.

Sokongan The Shell

Setelah penjelasan kronik tadi, kita kembali ke pengusaha bernama Menten. Dia menangkap semua perubahan situasi dunia, negeri induk, dan koloni. Dia telah memegang izin konsesi dan sandaran hukum. Tapi dia belum dapat memulai eksplorasi. Ketiadaan uang menjadi masalah besarnya.

Eksplorasi minyak memakan biaya besar. Menten mencari sponsor ke perusahaan tambang swasta dan pemerintah kolonial. “Dia mencari penyokong finansial ke penjuru Eropa sampai frustrasi,” tulis J. Ph. Poley dalam Eroica: The Quest for Oil in Indonesia (1850—1898). Sebab jawaban dari calon investornya serupa. “Maaf, tidak bisa, Menten. Dananya terlalu besar.”

Tapi pertemuan Menten dengan Marcus Samuel melenyapkan rasa frustrasinya. Marcus Samuel adalah orang Inggris pemilik perusahaan tambang bernama The Shell Transport and Trading Company. Marcus menyanggupi biaya eksplorasi Louise dan Mathilde sebesar 1.200 poundsterling (sekarang setara 151.202,97 poundsterling atau Rp2,6 miliar).

“Pengeboran eksperimen dilakukan pada tahun 1897 dan memberikan hasil yang luar biasa,” sebut Thomas Lindblad. The Shell lalu berminat menanam investasi lebih besar dengan membentuk anak perusahaannya khusus wilayah Hindia Belanda. Namanya The Nederlansch Indische Industrie en Handel Maatschappij.

Peruntungan Menten belum berakhir. Ketika berjalan bersama anaknya di wilayah Mathilde, dia menemukan sumber minyak lainnya. Dia lagi-lagi menamakannya seturut nama anaknya, Nonny.

Paradoks Minyak

Tiga sumber minyak temuan Menten mendatangkan keuntungan besar bagi Kesultanan, pemerintah kolonial, Menten, dan perusahaan The Shell. Pemasukan terus masuk dan kas mereka menggemuk. Tetapi nasib buruk menimpa para pekerja tambang minyak.

“Mereka bekerja tujuh hari seminggu, dari terbit fajar sampai tenggelamnya surya, selama berbulan-bulan lamanya. Tiap orang harus selalu waspada, cermat menghitung pengeboran, merencanakan hal-hal terduga dan tak terduga, menyiapkan logistik, dan bersiap menghadapi nasib buruk, penyakit, dan segala macam kekurangnyamanan lingkungan kerja,” ungkap Poley.

Keberhasilan eksplorasi tiga sumber minyak di Kutai dan Balikpapan memicu eksplorasi minyak di wilayah Kalimantan Timur lainnya. Wilayah ini menjadi terkenal di negeri jauh. Perusahaan minyak dunia seperti Standard Oil dari Amerika Serikat, Royal Dutch dari Belanda, dan The Shell saling sikut untuk memperoleh izin konsesi di wilayah ini.

“Bisnis perminyakan selalu merupakan dunia yang keras, dan pantai timur Kalimantan tidak terkecuali dengan hal ini. Kekerasan dan perlakuan buruk terjadi dalam aktivitas pengeboran yang rutin di kilang minyak,” catat Lindblad.

Kapal tanker Shell bertuliskan J.M. Menten pada 1920-an. (helderline.com)

Karena itu, Royal Dutch dan The Shell merjer menjadi satu perusahaan bernama Shell pada 1907 untuk menghadapi persaingan dengan perusahaan minyak dari negara lain.Minyak kemudian mengubah banyak hal di Kutai dan Kalimantan Timur. Dari komposisi penduduk, mata pencaharian, teknologi, sampai cara pandang orang terhadap diri dan alam sekitarnya.

Ketika perubahan dan kompetisi akibat minyak itu berlangsung, Menten telah kembali ke Belanda. Dia menikmati pensiun dan gulden hasil konsesinya. “Sebagai pemegang konsesi, ia tidak perlu melakukan apa-apa,” tulis Ita Syamtasiyah. Hingga napasnya berakhir pada 9 Januari 1920. Shell mengabadikan nama Menten pada kapal pengangkut minyaknya.**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 328000621

article 328000622

article 328000623

article 328000624

article 328000625

article 328000626

article 328000627

article 328000628

article 328000629

article 328000630

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

article 888000056

article 888000057

article 888000058

article 888000059

article 888000060

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 888000071

article 888000072

article 888000073

article 888000074

article 888000075

article 888000076

article 888000077

article 888000078

article 888000079

article 888000080

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 868100041

article 868100042

article 868100043

article 868100044

article 868100045

article 868100046

article 868100047

article 868100048

article 868100049

article 868100050

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

article 868100061

article 868100062

article 868100063

article 868100064

article 868100065

article 868100066

article 868100067

article 868100068

article 868100069

article 868100070

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

cuaca 898100011

cuaca 898100012

cuaca 898100013

cuaca 898100014

cuaca 898100015

cuaca 898100016

cuaca 898100017

cuaca 898100018

cuaca 898100019

cuaca 898100020

cuaca 898100021

cuaca 898100022

cuaca 898100023

cuaca 898100024

cuaca 898100025

cuaca 898100026

cuaca 898100027

cuaca 898100028

cuaca 898100029

cuaca 898100030

cuaca 898100031

cuaca 898100032

cuaca 898100033

cuaca 898100034

cuaca 898100035

cuaca 898100036

cuaca 898100037

cuaca 898100038

cuaca 898100039

cuaca 898100040

cuaca 898100041

cuaca 898100042

cuaca 898100043

cuaca 898100044

cuaca 898100045

cuaca 898100046

cuaca 898100047

cuaca 898100048

cuaca 898100049

cuaca 898100050

cuaca 898100051

cuaca 898100052

cuaca 898100053

cuaca 898100054

cuaca 898100055

cuaca 898100056

cuaca 898100057

cuaca 898100058

cuaca 898100059

cuaca 898100060

cuaca 898100061

cuaca 898100062

cuaca 898100063

cuaca 898100064

cuaca 898100065

cuaca 898100066

cuaca 898100067

cuaca 898100068

cuaca 898100069

cuaca 898100070

cuaca 898100071

cuaca 898100072

cuaca 898100073

cuaca 898100074

cuaca 898100075

cuaca 898100076

cuaca 898100077

cuaca 898100078

cuaca 898100079

cuaca 898100080

cuaca 898100081

cuaca 898100082

cuaca 898100083

cuaca 898100084

cuaca 898100085

cuaca 898100086

cuaca 898100087

cuaca 898100088

cuaca 898100089

cuaca 898100090

cuaca 898100091

cuaca 898100092

cuaca 898100093

cuaca 898100094

cuaca 898100095

kasus 898100011

kasus 898100012

kasus 898100013

kasus 898100014

kasus 898100015

kasus 898100016

kasus 898100017

kasus 898100018

kasus 898100019

kasus 898100020

article 898100021

article 898100022

article 898100023

article 898100024

article 898100025

article 898100026

article 898100027

article 898100028

article 898100029

article 898100030

article 898100031

article 898100032

article 898100033

article 898100034

article 898100035

article 898100036

article 898100037

article 898100038

article 898100039

article 898100040

article 898100041

article 898100042

article 898100043

article 898100044

article 898100045

article 898100046

article 898100047

article 898100048

article 898100049

article 898100050

article 898100051

article 898100052

article 898100053

article 898100054

article 898100055

article 898100056

article 898100057

article 898100058

article 898100059

article 898100060

article 710000031

article 710000032

article 710000033

article 710000034

article 710000035

article 710000036

article 710000037

article 710000038

article 710000039

article 710000040

article 710000041

article 710000042

article 710000043

article 710000044

article 710000045

article 710000046

article 710000047

article 710000048

article 710000049

article 710000050

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

article 710000061

article 710000062

article 710000063

article 710000064

article 710000065

article 710000066

article 710000067

article 710000068

article 710000069

article 710000070

article 710000071

article 710000072

article 710000073

article 710000074

article 710000075

article 710000076

article 710000077

article 710000078

article 710000079

article 710000080

article 999990001

article 999990002

article 999990003

article 999990004

article 999990005

article 999990006

article 999990007

article 999990008

article 999990009

article 999990010

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

article 999990021

article 999990022

article 999990023

article 999990024

article 999990025

article 999990026

article 999990027

article 999990028

article 999990029

article 999990030

article 999990031

article 999990032

article 999990033

article 999990034

article 999990035

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

content-1701